Bernas.id ? Malawi tengah dilanda histeria vampir selama dua bulan terakhir. Namun, histeria tersebut bukanlah histeria dalam konteks yang positif. Akibat gencarnya isu kalau vampir alias manusia penghisap darah sedang berkeliaran di Malawi, warga setempat nekat melakukan aksi main hakim sendiri.
Hingga hari Jumat (20/10/2017), sudah 10 orang yang tewas akibat dihajar massa yang menuduh mereka sebagai vampir. Salah satunya adalah seorang penderita epilepsi berusia 22 tahun yang tinggal di kota Chileka. Di kota Kachere, satu orang bahkan tewas secara tragis akibat dilempari batu sampai mati.
Aksi main hakim sendiri ini bukan hanya menimbulkan korban tewas. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga dirusak oleh massa yang mengaku sedang memburu vampir di wilayahnya.
Polisi Malawi menanggapi masalah ini dengan serius. Operasi penangkapan besar-besaran pun dilakukan oleh pihak keamanan kepada mereka yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri. Sebanyak 140 orang dilaporkan sudah ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan menciptakan keresahan publik. Mereka yang ditangkap tersebar di 4 kota berbeda.
Menurut Inspektur Jenderal Lexten Kachama, isu vampirisme ini sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab supaya mereka bisa memanfaatkan kepanikan publik untuk melakukan tindak kriminal. Ia lantas meminta supaya masyarakat tidak nekat melakukan aksi main hakim sendiri.
Kachama menambahkan kalau personil keamanan sudah diterjunkan di tempat-tempat yang terpengaruh oleh isu vampir ini. Ia juga menyarankan kepada warga untuk melapor kepada pihak berwajib jika mereka memang benar-benar melihat ada praktik vampirisme dan perdukunan di dekat mereka.
Bukan hanya warga lokal yang terkena dampak dari isu vampir ini. PBB terpaksa menarik sejumlah petugas medisnya dari daerah-daerah yang dilanda isu vampir supaya mereka tidak ikut menjadi korban. Tindakan serupa juga dilakukan oleh Kedubes AS di Malawi kepada para relawan Korps Perdamaian.
