Bernas.id – Marah adalah perilaku yang timbul karena adanya perasaan tidak senang atas sesuatu yang menimpa dirinya. Akibat menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dirinya. Marah yang dilakukan seorang yang berpendidikan SD, SMP, SMA, S1 maupun S2 sama saja. Buktinya ketika kita lihat di televisi, seorang berpangkat pun bisa marah. Karena marah dapat melupakan akal sehatnya. Maka ketika kita marah hendaknya merubah posisi badan kita, dari mulai berdiri kemudian duduk, kemudian berbaring sampai berpindah tempat. Setidaknya ia akan dapat menurunkan marahnya menjadi emosi yang terkendali. Nah karena marah ini bisa menyerang siapapun maka baiknya kita mengenal apa itu marah, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya.
Pengertian Marah
Marah termasuk emosi dasar manusia, demikian dikatakan oleh para ahli psikologi. Marah juga berkaitan erat dengan agresi dan kekerasan. Marah yang tidak terkendali akan merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Macam-macam Marah
Marah terdiri atas dua tipe, diantaranya tipe marah implisit dan marah eksplisist. Lebih jelasnya, bahwa ketika seseorang marah dengan ditujukan kepada orang lain, atau perusakan benda-benda sekitarnya (Andetyowati Nastiti, dkk : 2014) maka itu termasuk marah secara eksplisit. Sedangkan, seorang yang suka marah-marah sendiri, cepat tersinggung maka dikatakan sebagai marah implisit. Orang ini dikatakan sebagai pemarah, emosinya meledak ledak tanpa peduli orang-orang sekitarnya. Nah silahkan menilai diri sendiri masuknya kemana.
Dampak Marah-marah
Emosi marah yang tidak terkontrol akan berdampak negatif. Jantung berdebar keras, tekanan darah meningkat, cepat lelah, daya tahan tubuh menurun, hati tidak bahagia, perasaan terluka, tambah musuh, timbul masalah baru, sakit kepala, stroke, depresi dan masih banyak lagi kerugian lain.
Tips Mengelola Marah
Agar marah tidak berkepanjangan, maka sebaiknya sebelum marah tariklah napas panjang-panjang, sabar, tenangkan diri, fokus pada diri sendiri, hilangkan dendam, relaksasi, meditasi, berpikir sebelum berbicara, dan curhat.
Mungkin contoh ini dapat menjadi pelajaran bagi kita, agar lebih dapat mengontrol emosi terlebih emosi marah. Tanggal 7 Maret 2017, seorang guru olahraga Sekolah Menengah Atas di Sidoarjo, memukul peserta didiknya menggunakan kunci sepeda motor. Diawali dengan adu mulut antara guru dan murid yang tidak membawa baju seragam olahraga, sehingga murid tersebut tidak diperbolehkan menikuti pelajaran olahraga. Nyatanya, si murid bersikeras untuk tetap berolahraga. Karena kesal, guru olahraga akhirnya memukul siswanya di kamar mandi. Selanjutnya, orang tua siswa melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Dan guru tersebut dikenai sanksi hukum.
Disini kita tidak melihat siapa yang salah dan siapa yang benar, karena terkadang anak juga bisa saja sudah diperingatkan berulang kali namun terkadang mengulanginya kembali. Nah kejadian di atas bisa saja terulang kembali. Lalu, bagaimana menanggulanginya? Hendaknya baik siswa maupun guru sama-sama mempunyai keterampilan dalam mengelola emosi terutama marah.
Cara melakukan regulasi emosi, terutama marah dalam hal ini dalam bukunya Eka Wardana menyebutkan, bahwa dengan melakukan gerakan menyilangkan tangan ke depan, kemudian melipatnya di depan dada. Lalu mengambil napas secara berulang hingga frekuensi napas stabil. Kemudian, dapat juga dengan mengalihkan pandangan atau perhatian kepada yang lain, sehingga tidak fokus terhadap reaksi emosi marah yang muncul. Dan yang terpenting lagi adalah mengajukan pertanyaan berikut, ?Jika aku melakukan ini maka aku akan mendapatkan apa?” Diharapkan pertanyaan ini dapatr membantu sehingga kesadaran diri lebih terkendali.
Semoga dengan cara demikian dapat mengurangi terjadinya kekerasan, baik di sekolah atau di mana pun. Intinya tetap kendalikan emosi marah kita, karena marah yang tak terkendali hanya akan berujung kekecewaan. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Ingat sebenarnya orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah, bukan orang yang menang dalam pertempuran. Untuk itu mari kita kendalikan emosi kita agar tidak menyesal kemudian.
