Bernas.id ? Masalah anak-anak yang tidak bisa menikmati pendidikan formal bukan hanya ada di Indonesia. Menurut laporan terbaru lembaga UNESCO yang berada di bawah naungan PBB, ada lebih dari 260 juta anak-anak di seluruh dunia yang putus sekolah.
Jika jumlah tersedbut dibedah lebih jauh berdasarkan rentang umurnya, didapat data kalau sebanyak 61 juta tidak bisa menyenyam pendidikan setara sekolah dasar, 60 juta tidak bisa menikmati pendidikan setara SMP, dan 142 juta lainnya tidak menerima pendidikan setara SMA.
Laporan ini sendiri dibuat oleh UNESCO setelah mengumpulkan data dari 128 negara berbeda dalam rentang periode 2010 hingga 2015. Dibuatnya laporan ini merupakan bagian dari program bertajuk Agenda untuk Pengembangan Berkesinambungan 2030.
?Ada total 264 juta anak-anak yang tidak pergi bersekolah. Ini adalah kegagalan yang harus kita tangani bersama-sama, karena pendidikana dalah tanggung jawab bersama dan kemajuan hanya bisa didapat melalui usaha bersama,? kata Dirjen UNESCO Irina Bolkova seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.
?Menurut laporan kami yang mewakili 90 persen populasi dunia untuk rentang usia SMP, tidak sampai 1 dari 4 anak yang berhasil menyelesaikan jenjang SMP-nya di 40 negara… Hanya ada 14 negara dengan tingkat kelulusan jenjang studi mencapai 90 persen,? ungkap Irina. Ia lantas meminta supaya ada campur tangan aktif yang lebih kuat dari pemerintah masing-masing negara.
