Bernas.id ? Bak pepatah ?yang muda yang berkarya?, Austria dalam waktu dekat bakal dipimpin oleh tokoh muda. Tokoh tersebut adalah Sebastian Kurz yang baru berusia 31 tahun. Ia dipastikan bakal menjadi presiden baru Austria setelah hasil perhitungan menunjukkan kalau partainya berada dalam posisiyang sudah tidak terkejar.
?Saya merasa sangat gembira,? kata Kurz di hadapan para simpatisannya. ?Kita membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Terima kasih banyak untuk komitmen kalian dan kesuksesan bersejarah ini.?
Selain Kurz, sebenarnya ada Vanessa D'Ambrosio yang baru berusia 28 tahun. Namun pemimpin San Marino tersebut akan melepaskan jabatannya tersebut dalam rentang waktu bulan ini sebagai bagian dari kebijakan rotasi pemimpin.
Berdasarkan hasil perhitungan 90 persen suara yang masuk, Partai Rakyat selaku partai asal Kurz menempati peringkat pertama dengan perolehan suara 31,6 persen. Peringkat kedua masih diperebutkan oleh Partai Sosial Demokrat dan Partai Kebebasan yang memiliki perbedaan suara tidak sampai 1 persen.
Kendati masih berusia relatif muda, Kurz bukanlah orang baru dalam panggung politik Austria. Ia sekarang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Austria. Bulan Mei lalu, ia menempati posisi ketua Partai Rakyat supaya bisa maju sebagai calon kanselir dalam pemilu.
Keberhasilan Kurz dan Partai Rakyat memenangi pemilu tidak lepas dari maraknya kegelisahan rakyat Austria terkait krisis imigran. Ia meminta supaya Austria menerapkan kebijakan perbatasan yang lebih ketat. Kurz juga berjanji akan melarang pengungsi menerima tunjangan dari pemerintah jika pengungsi tersebut belum tinggal di Austria selama sekurang-kurangnya lima tahun.
Kemenangan Kurz tersebut tak pelak mendapat sorotan khusus dari komunitas Muslim setempat. Kepada Al Jazeera, juru bicara Otoritas Agama Islam Austria mengakui kalau pihaknya merasa khawatir dengan hasil pemilu ini. Namun ia tetap menyimpan harapan karena menurutnya konstitusi Austria bakal melindungi hak-hak mereka.
