Bernas.id ? Sudah hampir lima dasawarsa berlalu sejak Neil Armstrong pertama kali menginjakkan kakinya di permukaan Bulan. Kendati sesudah itu tidak lagi manusia yang pernah menjamah Bulan secara langsung, penelitian atas satelit Bumi ini masih terus berlanjut hingga sekarang.
Asahi Shinbun mengabarkan kalau wahana luar angkasa JAXA milik Jepang berhasil menemukan sebuah liang kawah yang diameternya mencapai 50 km. Liang tersebut berada 50 m di bawah permukaan Bulan dan terhubung dengan sebuah lubang kawah yang juga berdiameter 50 m.
Menurut pakar dari Agensi Eksplorasi Angkasa Jepang, liang tersebut di masa depan bisa menjadi tempat yang ideal untuk mendirikan markas koloni manusia. Lokasinya yang berada di bawah permukaan Bulan menyebabkan koloni yang sudah didirikan kelak bisa lebih aman dari hantaman meteorit dan perubahan suhu ekstrim.
Liang itu sendiri diperkirakan merupakan sisa dari aktivitas gunung berapi di masa silam. Para ahli juga memperkirakan bahwa di dalam liang tersebut, mungkin terdapat es atau air yang tersembunyi di dalam batu. Jika koloni di Bulan sudah benar-benar didirikan, cadangan air yang tersimpan di sana nantinya bisa dimanfaatkan oleh penghuni koloni.
Bulan diperkirakan memiliki aktivitas gunung berapi yang sangat aktif di permukaannya 1 milyar tahun yang lalu. Sisa-sisa dari aktivitas vulkanis tersebut sekarang dapat dilihat dalam wujud kawah-kawah yang sudah tidak aktif. Selain akibat letusan gunung berapi, kawah yang memenuhi permukaan Bulan juga disebabkan oleh hantaman meteorit.
