Bernas.Id – Ungkapan 'Jadilah Diri Sendiri' ternyata tidak bisa diterapkan untuk segala hal, ada beberapa situasi yang tidak mengharuskan jadi diri sendiri.
Tidak cocok bukan berarti tidak berlaku sama sekali, tapi harus dimodifikasi sehingga menjadi efektif dan berguna untuk diri kita.
'Jadilah Diri Sendiri' juga banyak dijadikan alasan orang-orang yang tidak mau berubah, pemalas, juga orang-orang yang egois serta maunya menang sendiri.
Kok bisa?
Contohnya penampilan. Karena faktor kenyamanan diri akhirnya ada orang-orang berpenampilan apa adanya. Istilahnya cuek. Ada juga yang jarang mandi karena malas sehingga menimbulkan bau badan yang kurang sedap. Kalau hidup sendiri seperti tinggal di hutan, tidak menjadi masalah. Kalau di tempat kerja? Pastinya menimbulkan ketidaknyaman orang-orang di sekitarnya.
Jika ingin mendekati atau didekati lawan jenis, tentunya penampilan harus eye cacthing dan aroma badan harus wangi karena enggak mungkin ada yang mau mendekati atau didekati oleh orang-orang yang badanya bau dan penampilan asal-asalan.
Berupaya menjadi diri sendiri dari sisi penampilan, berpenampilanlah yang membuat orang lain nyaman dulu baru memikirkan kenyamanan diri sendiri.
Begitu juga dari hal kepribadian. Bersikaplah menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada, jangan kaku dan keras kepala mempertahankan sifat-sifat yang merugikan diri sendiri.
Jika diperlukan untuk berubah demi sebuah kemajuan diri, berubahlah! Jadilah kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya! Kita tidak harus menjadi apa yang orang lain mau, tapi kita bisa menyesuaikan diri kita.
Egois dalam hal mempertahankan prinsip yang benar itu boleh, tapi egois untuk kepentingan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain itu yang harus dirubah. Bagaimana orang lain mau menyayangi kita kalau kitanya saja tidak bisa menyayangi orang lain.
Banyak hubungan yang putus di tengah jalan lantaran ketidakcocokan satu sama lain. Alasan yang sering terjadi adalah, “Dia terlalu penuntut, ngatur-ngatur hidup gue, enggak bisa terima gue apa adanya.” Ini terjadi karena adanya ego. 'Jadilah Diri Sendiri' membuat seseorang menutup diri dari kritik dan saran yang sebenarnya baik untuk dirinya. Bukankah jika cinta itu berarti siap berubah untuk kebaikan bersama?
Kita perlu menyadari bahwa tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan yang bisa melihat itu adalah orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Orang-orang yang memberikan kritik dan saran mengenai kekurangan kita berarti orang tersebut peduli dan ingin yang terbaik untuk kita.
