Bernas.id. Kata entrepreneur bagi sebagian orang susah. Awalnya memang agak sulit untuk menuliskannya apalagi mengucapkannya. Sebenarnya apa sih entrepeneurship itu? Sepertinya kata tersebut tidak asing di telinga kita. Mungkin banyak pengertian mengenai hal ini. Pilihan ada di tangan kita. Mau ambil pendapat siapa yang mudah dicerna.
Berikut adalah pengertian entrepeneur yang diungkapkan oleh Kasmir bahwa entrepreneur adalah orang yang berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Sedangkan menurut Peter F Drucker menyatakan bahwa entrepreneur merupakan kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Mungkin tidak berlebih ketika menghadirkan contoh entrepreneur sejati seorang wakil gubernur terpilih DKI Jakarta yakni bapak Sandiago Uno. Beliau dalam sebuah kesempatan di TVRI mengungkapkan jurusnya dalam menjalani entrepreneurnya dunia bisnis.
Beliau memulainya ketika terkena pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan. Mengakibatkan harus memutar otak agar hidup tetap berjalan. Mencoba menjalani dengan penuh keyakinan bahwa semua yang terjadi tidak ada yang kebetulan.
Tubuh yang dimiliki mempunyai potensi besar jika kita dapat mengoptimalkannya. Tentunya akan berdampak besar dan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Tubuh yang sehat dapat dimanfaatkan untuk bekerja keras sehingga menghasilkan sesuatu. Produktivitas meningkat . Bukankan kita diciptakan untuk bergerak? Artinya ketika mengoptimalkan kerja, kita berarti bersyukur atas apa yang diberikan Allah.
Peluang itu ada di mana-mana, sebagai contoh yang pintar masak dia bisa membuka usaha catering. Pinter jahit maka bisa membuka usaha butik, dan lain sebagainya.
Selain bekerja keras juga perlu kerja cerdas. Saat ini banyak media yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan dan mempermudah distribusi barang atau jasa yang kita hasilkan. Banyak yang mendadak jadi milyarder ketika menggunakan media sosial untuk sarana promosi.
Cukup mempunyai kepandaian di bidang IT dapat menghasilkan milyaran rupiah dari rumah saja. Banyak pekerja kantor yang resign karena kewalahan melayani pesanan via online.
Semua sudah tersedia asal kita jangan setengah-setengah dalam menekuni bidang tersebut. Semua harus fokus. Harus tuntas sehingga hasilnya pun optimal. Sebut saja seorang Dewa Eka Prayoga yang sangat menguasai bidang bisnis online. Ada juga sekelas Muri Handayani yang menulis buku untuk memberi solusi kepada para ibu untuk tetap di rumah namun tidak menjadi kehilangan pekerjaannya.
