Bernas.id ? Maraknya penyebutan istilah ?Zaman Now? akhir-akhir ini terutama di media sosial, membuat resah para pakar budaya dan pemerhati bahasa. Ditambah lagi tren ?Kids Jaman Now? dengan berbagai lelucon yang merujuk pada tingkah laku anak muda.
Belum lagi penyebutan ?Jaman? yang benar dalam PUEBI adalah ?Zaman?. Bahkan Kemendikbud lewat akun instagramnya, Rabu (18-10-2017) memposting:
#SahabatDikbud, akhir-akhir ini kita sering mendengar kata ?Kids Jaman Now?. Penulisan yang benar ?zaman? ya, bukan ?jaman?. Lebih baik lagi kalau kita menggunakan bahasa Indonesia untuk keseluruhan kalimat. Yuk, budayakan menulis ejaan bahasa Indonesia sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
#PUEBI #CintaBahasaIndonesia #bahasa #bahasaindonesia #belajarbahasa
Pasalnya, istilah-istilah asing sekarang lebih cepat merebak dibandingkan dengan istilah asli bahasa Indonesia. Di ruang publik, khususnya di kota-kota besar, lebih dominan dikuasai oleh istilah-istilah asing. Lihat saja berbagai tempat rekreasi dan tempat makan, yang berbau kebarat-baratan lebih banyak diserbu kaum muda. Menjamurnya tren untuk selalu update di media sosial, semakin mengikis budaya asli bangsa ini, budaya yang ramah dan peka terhadap lingkungan, bukan dunia maya. Karena, dengan mengonsumsi produk-produk barat juga semakin menyingkirkan produk lokal, baik makanan maupun barang lain.
Jadi, sebaiknya kita bersama-sama mengingat kembali, butir ketiga Sumpah Pemuda, ?Kami putera dan puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.? Lalu, untuk apa sebenarnya sumpah itu dicetuskan 89 tahun silam, jika tidak ada kesadaran dari kita untuk memaknai dan melestarikannya. Generasi penerus seharusnya lebih peduli dan bangga menggunakan bahasa yang bahkan sudah lahir sebelum bangsa ini merdeka.
Bagaimana negeri ini berjaya di tanah airnya sendiri, jika rakyatnya justru lebih bangga menggunakan bahasa asing dibanding bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Maka dari itu, di saat momen peringatan Sumpah Pemuda seperti sekarang ini, kita kembali untuk mengingat dan melestarikan jati diri bangsa ini. Menjadi peringatan untuk para orang tua, pendidik dan pemuda untuk senantiasa menanamkan kearifan bangsa ini, termasuk bahasa Indonesia, kepada anak-anak penerus bangsa.
Cintailah Bahasa Indonesia, karena kita orang Indonesia!
