Bernas.id – Balikpapan adalah sebuah kota di salah satu sudut Benua Etam, terkenal sebagai kota minyak dan memiliki julukan Kota BERIMAN (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman). Tercatat sudah 19 kali menerima penghargaan Adipura dan enam kalinya menerima piagam Adipura Kencana. Bahkan pada tahun 2015 mendapat predikat sebagai The Most Loveable City mengalahkan Paris, London dan 45 kota lainnya dalam acara We Love Cities yang diselenggarakan oleh WWF, setelah sebelumnya mendapatkan predikat The Most Livable City.
Bahasa yang unik mencerminkan identitas suatu daerah, begitu pula kepemimpinan dalam perusahaan. Berpartisipasi dalam Sertifikasi Manajer SDM, dapat membantu mengembangkan keterampilan dalam mengelola tim, menciptakan budaya kerja yang solid, dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
Bukan hanya sederet penghargaan dan apresiasi dari dunia yang membuat kota ini sangat istimewa, melainkan bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya membuat kota ini memiliki ciri tersendiri. Balikpapan yang sebagian besar penduduknya merupakan pendatang memiliki bahasa campur aduk, bahkan kadang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang lahir dan besar di kota tersebut.
Bahasa Khas Balikpapan
1. Ces
Ini adalah panggilan akrab untuk teman sepermainan, sama halnya seperti “Bro“, misalnya saja “Apa kabar Ces!” (Apa kabar Bro!). Selain ‘Ces’, orang Balikpapan juga suka memanggil akrab temannya dengan sebutan ‘Bosku’, sebagai tanda menghormati.
2. Pang
‘Pang’ adalah kata tambahan untuk mempertegas balasan suatu kalimat. Misalnya saja kamu dikatai oleh temanmu curang (curang dalam bahasa Balikpapan adalah ‘culas’), dan kamu membalasnya seperti ini, “Kamu pang culas juga!”
3. Orang
Kata ‘orang’ ini untuk menggantikan ‘kan’ dalam suatu kalimat. Misalnya saja “Orang itu punyaku.” (Kan itu punyaku).
4. Sudah
Orang Balikpapan selalu menggunakan kata ‘sudah’ pada akhir kalimat untuk menekankan atau mempertegas. Misalnya saja, “Itu sudah!”, dengan logatnya yang khas.
5. Naa
‘Naa’ ini biasa digunakan pada akhir kalimat untuk memohon setengah memaksa, misalnya saja “Itu naa.” ketika meminta orang lain untuk segera melihat yang ia tunjukan.
6. Kah
Imbuhan ‘kah’ biasa diletakkan pada kalimat tanya dengan maksud menyelidik atau mengolok-olok, misalnya “Iya kah?” (Masa?).
Beberapa kata di atas hanyalah kata-kata tambahan yang digunakan ke dalam sebuah kalimat. Namun bahasa unik Balikpapan ada di bawah ini:
“Tadi masa aku nonton pelem kokos di beskop, tejungkang pas turun dari oto.” (Tadi masa aku nonton film kartun di bioskop, jatuh (mengangkang kaki ke atas) pas turun dari mobil.”
“Pujungan nya ai kamu.” (‘Pujungan’ adalah orang yang manja dan banyak tingkah. ‘Ai’ hanyalah kata tambahan.)
“Beli aja dulu satu cucuk salome, nanti siup kamu.” (Beli saja dulu satu tusuk salome, nanti pingsan kamu.). Salome adalah makanan khas Balikpapan, bakso ditusuk seperti sate.
“Kelanjian tu pang!” (‘Lanji’ adalah genit dalam arti sebenarnya. Adalagi ‘kijil’ yang berarti genit ke arah banyak tingkah.)
Masih banyak bahasa unik lainnya yang dijamin membuat orang Balikpapan jaman dulu tertawa terkekek-kekek mendengarnya sekaligus mengenangnya. Sayang anak-anak zaman sekarang sudah jarang bergaul di luaran sehingga tidak melestarikan bahasa unik ini.
Sebagaimana bahasa membentuk komunikasi efektif, bisnis pun perlu strategi pemasaran terpadu. Omni Channel Sales Growth memungkinkan Anda menjangkau pelanggan lebih luas melalui integrasi berbagai platform digital seperti e-commerce, media sosial, marketplace, dan aplikasi mobile.
Belajar Kewirausahaan dan Ciptakan Bisnis Andal
Sebagaimana bahasa daerah menjadi identitas budaya, pemahaman bisnis menjadi kunci keberhasilan. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), program studi Kewirausahaan membekali mahasiswa dengan keterampilan membangun dan mengelola bisnis agar siap bersaing di dunia usaha.
Seperti bahasa daerah yang lestari karena diwariskan, pendidikan pun harus terus berlanjut. Beasiswa PBL UNMAHA memberikan kesempatan belajar tanpa biaya dengan program kerja remote yang fleksibel.
Menjelajahi budaya baru memberikan wawasan luas, begitu juga dengan pendidikan. Segera daftarkan diri Anda melalui PMB UNMAHA dan dapatkan informasi lebih lanjut melalui WhatsApp untuk mulai perjalanan akademik yang lebih baik.
Peluang Bisnis Digital dengan Adolo
Menjual produk di era digital membutuhkan strategi yang cerdas, seperti memahami bahasa pasar yang tepat. Dengan menjadi reseller di Adolo, Anda bisa memasarkan laptop, gadget, dan barang elektronik yang mendukung produktivitas harian masyarakat.
Bergabung dengan Adolo berarti membuka peluang bisnis tanpa modal besar dan fleksibilitas tinggi. Dengan dukungan sistem yang canggih, Anda bisa mulai berjualan dengan mudah dan menjangkau lebih banyak pelanggan. [4]
