Bernas.id ? Dewasa ini media sosial atau medsos menjadi elemen yang kian tak terpisahkan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat yang sudah melek teknologi. Pasalnya lewat medsos, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan informasi terbaru sambil berkomunikasi dengan pengguna medsos lainnya kendati berada di tempat yang berjauhan.
Kian luasnya penggunaan medsos lantas turut menyita perhatian pemerintah Brazil. Merco Press memberitakan kalau parlemen Brazil baru saja mengesahkan rancangan udang-undang mengenai penertiban media sosial. Rencananya rancangan undang-undang tersebut baru akan berlaku setelah ditandatangani oleh Presiden Michael Temer pada hari Sabtu (14/10/2017).
Berdasarkan peraturan baru ini, suatu partai politik atau politikus bisa meminta pengelola medsos untuk menyensor postingan penggunanya jika postingan tersebut dianggap melewati batas dan dibuat secara anonim. Peraturan yang sama juga mengharuskan pengelola medsos untuk menyediakan informasi mengenai data pribadi penggunanya.
Temer sendiri masih bisa menggagalkan rancangan peraturan ini dengan memanfaatkan kapasitasnya sebagai presiden. Namun belum diketahui bagaimana sebenarnya sikap resmi Temer terhadap rancangan peraturan ini. Selama beberapa bulan terakhir, pamor Temer diketahui tengah merosot tajam dan dirinya kerap menerima kritikan dari netizen Brazil.
Keluarnya rancangan peraturan ini tak pelak mengundang kritikan dari pihak-pihak yang menginginkan kebebasan berekspresi. Carlos Affonso Souza adalah salah satunya. Direktur Institut Teknologi dan Masyarakat tersebut menyebut kalau peraturan ini akan menjadikan politikus bisa melakukan pembungkaman secara leluasa kepada pihak-pihak yang menyinggung diri mereka.
Anggota parlemen Brazil balik membela diri sambil menjelaskan pertimbangan di balik diterbitkannya rancangan peraturan kontroversial ini. Aureo Lidio dari Partai Solidariedade mengklaim kalau peraturan ini tidak akan membungkam kebebasan berpendapat. ?Kebebasan bereskpresi tetap akan dijamin, namun bukan berarti itu bisa dilakukan secara anonim,? kata Lidio.
