Bernas.id – Banyak di antara kita yang merintis karir sebagai pengusaha, telah merasakan kemajuan pada usaha tersebut secara signifikan. Setiap hari kita mampu menjual barang dagangan atau jasa yang ditawarkan. Tetapi, kita merasa, uang yang dimiliki raib begitu saja. Hanya berputar-putar sebagai modal selanjutnya.
Apalagi, jika usaha tersebut telah memiliki karyawan. Rasanya justru kita pusing untuk membayar gaji karyawan. Nah, sebenarnya kemana arus uang usaha kita? Lalu bagaimana cara mengelola uang usaha agar bisa segera terkumpul?
1. Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha, Buat Rekeningnya Masing-Masing
Pada awal merintis usaha dengan omzet yang belum terlalu besar, justru dari situ kita harus mulai memisahkan uang. Jangan sampai rekening pribadi bercampur dengan rekening usaha, karena kita akan sulit mendeteksi keuangan usaha. Biasakan juga untuk rutin mencetak catatan transaksi di buku rekening.
2. Jangan Terburu-Buru Membesarkan Usaha dengan Semua Uang yang Ada
Memiliki uang dari hasil usaha memang sering kali membuat kita ingin memperbesar usaha secepat mungkin. Hal tersebut biasanya dilakukan dengan membeli berbagai peralatan pendukung usaha, namun justru mengurangi modal yang seharusnya berputar. Dengan demikian, uang berhenti menjadi aset. Maka jika belum terlalu penting, kita bisa menggunakan peralatan-peralatan yang tidak terlalu banyak menghabiskan dana. Misalnya peralatan memasak pengusaha kuliner, bisa menggunakan alat-alat yang sudah dimiliki sebelumnya dari dapur pribadi.
3. Hitung dan Bukukan dengan Teliti Setiap Transaksi Usaha, Sekalipun Nominalnya Kecil
Uang logam atau recehan seringkali luput dari perhatian catatan akuntansi, dengan alasan memudahkan perhitungan. Padahal catatan akuntansi sekecil apapun harus sesuai dengan kenyataan, tidak boleh dikurang maupun ditambah. Dengan demikian, jika uang recehan sering tidak tercatat, akibatnya kita jadi menggunakannya untuk keperluan pribadi. Dan tidak terasa, sebenarnya uang recehan tersebut jumlahnya menjadi banyak jika dikalkulasi.
4. Jangan Membawa Uang Milik Usaha Ketika Bepergian atau Berbelanja
Jadi kita harus membawa uang dari mana kalau penghasilan utama hanya dari usaha? Maksudnya kita bisa membawa uang yang sudah tercatat pada buku besar sebagai prive, yaitu dana perusahaan yang diambil untuk keperluan pribadi. Jadi, setiap kali ada perubahan modal usaha, harus jelas dan rinci penggunaannya.
5. Jika Mengambil Uang Usaha, Harus Secara Berkala
Pengambilan prive juga harus kita atur secara berkala agar pengeluaran bisa terkontrol sesuai kebutuhan saja. Jangan sampai, uang modal yang seharusnya berputar, ikut dibelanjakan. Apalagi untuk kebutuhan konsumtif dan bersenang-senang.
6. Investasikan Pada Bidang Lain
Selain untuk menambah kekayaan, keuntungan lain dari investasi adalah sebagai tabungan masa depan. Dengan memiliki investasi pada bidang lain, kita dapat menggunakannya sebagai tambahan modal usaha jika suatu saat membutuhkan pengembangan.
7. Sedekahkan!
Cara terakhir agar uang usaha mudah terkumpul adalah dengan sedekah. Bagaimana tidak, ilmu sedekah merupakan akuntansi yang dihitung dan dibalas langsung oleh Allah. Karena Allah telah menjanjikan kepada kita, bahwa siapa yang memberi satu maka akan dibalas tujuh kali lipat, lalu dicabangkan lagi menjadi 700 kali lipat. Nah akan tetapi, untuk balasannya juga tidak selalu berupa uang, bisa jadi dengan kesehatan, kepandaian, umur panjang dan kebahagiaan-kebahagiaan lain.
