Bernas.id ? Kurang dari setahun lagi, Piala Dunia akan digelar di Rusia. Stadion-stadion megah juga sudah bermunculan di negara terbesar dunia tersebut. Satu dari sekian banyak stadion tersebut adalah Ekaterinburg Arena yang terletak di kota Yekaterinburg, Rusia tengah.
Ekaterinburg Arena sebenarnya pertama kali dibangun pada tahun 1950-an dengan kapasitas 27 ribu penonton. Karena Ekaterinburg Arena dianggap terlalu kecil dan tidak memenuhi standar FIFA, renovasi besar-besaran pun dilakukan supaya Ekaterinburg Arena bisa digunakan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia.
Salah satu kendala yang ditemui saat hendak melakukan renovasi adalah konstruksi dasar bangunan stadion tidak cukup besar untuk menampung 45 ribu kursi penonton, standar minimal kapasitas stadion yang sudah ditetapkan oleh FIFA.
Namun bak pepatah banyak jalan menuju Roma, arsitek yang terlibat dalam renovasi stadion ini enggan menyerah begitu saja. Solusi kreatif pun mereka ambil. Bagian di belakang masing-masing gawang dihancurkan dan kemudian dibangun ulang dengan barisan tribun yang konstruksinya lebih miring. Tujuannya agar bisa memuat lebih banyak kursi.
Hasil dari konstruksi unik ini adalah tribun di belakang masing-masing gawang terlihat menjorok hingga keluar lingkar bangunan stadion. Proses renovasi Ekaterinburg Arena sendiri masih berlangsung hingga sekarang. Diharapkan pada bulan Desember mendatang, proses renovasi stadion ini sudah selesai.
Ekaterinburg Arena rencananya bakal digunakan untuk menggelar empat pertandingan di fase awal Piala Dunia. Stadion ini merupakan 1 dari 12 stadion yang dipercaya oleh FIFA untuk menjadi tempat dilangsungkannya pertandingan-pertandingan Piala Dunia.
Barisan tribun yang terletak di belakang gawang rencananya tidak akan difungsikan secara permanen. Jika Piala Dunia sudah selesai digelar, bagian tersebut akan ditutup sehingga stadion yang sama sesudah itu hanya akan memiliki kapasitas maksimum 35 ribu penonton. Sebelum direnovasi, Ekaterinburg Arena berstatus sebagai stadion kandang milik klub FC Ural.
