Bernas.id ? Sebanyak 51 ribu senjata api ilegal berhasil dikumpulkan oleh aparat Australia pada hari Jumat (6/10/2017). Senjata-senjata tersebut terdiri dari beragam tipe, mulai dari senapan produksi abad ke-19 hingga meriam panggul yang bisa meluncurkan roket.
Terkumpulnya senjata-senjata tersebut bisa terjadi berkat kebijakan amnesti kepada para pemilik senjata ilegal yang berlangsung selama tiga bulan. Hari Jumat lalu menjadi hari terakhir berlangsungnya amnesti kepada para pemilik senjata ilegal.
Senjata-senjata yang sudah terkumpul sendiri rencananya akan dihancurkan supaya tidak disalahgunakan. Menurut Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kebijakan pengumpulan senjata ilegal ini berguna untuk mencegah terjadinya tragedi penembakan membabi buta seperti yang terjadi di Las Vegas beberapa hari yang lalu.
?Setiap pucuk senjata dari 51 ribu senjata ini bisa digunakan, bisa saja sudah digunakan dalam aksi kejahatan yang merenggut nyawa orang Australia. Tapi tidak lagi, ? kata Turnbull seperti yang dikutip oleh Reuters.
Namun senjata-senjata ini sendiri diperkirakan baru mencakup seperlima dari total seluruh senjata ilegal yang beredar di Australia. Mereka yang masih memiliki senjata api namun enggan menyerahkannya bakal menghadapi ancaman hukuman penjara. Hukuman yang lebih berat juga sudah disiapkan untuk mereka yang memperdagangkan senjata api ilegal.
Australia sendiri pernah mengalami insiden penembakan membabi buta pada tahun 1996. Saat itu seorang pria bernama Martin Bryant melakukan penembakan yang menewaskan 35 orang di Pulau Tasmania. Pasca insiden tersebut, pemerintah Australia melarang penjualan senjata api bertipe senapan otomatis dan shotgun otomatis. Pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat juga diberlakukan kepada calon pembeli senjata api bertipe lain.
