Bernas.id ? Kompetisi balap mobil bukanlah hal yang langka. Namun, kompetisi balap yang satu ini memiliki keunikannya tersendiri. Pasalnya, semua mobil yang mengikuti turnamen ini menggunakan tenaga surya alias sinar matahari sebagai bahan bakarnya.
Dengan mengusung nama World Sollar Challenge (Tantangan Sinar Matahari Dunia), turnamen ini menggunakan lintasan balapan sejauh 3.000 km melintasi gurun Australia. Garis awal lintasannya terletak di kota Darwin, Australia utara. Sementara garis akhirnya berada di kota Adelaide, Australia selatan.
Namun, turnamen ini bukan hanya sekedar mengenai adu kecepatan semata. Masing-masing peserta juga berusaha tampil mencolok dengan desain mobil yang bervariasi dan tidak lazim. Turnamen ini juga bisa menjadi ajang untuk menunjukkan efektifitas tenaga surya sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor.
Masing-masing peserta diperbolehkan mengemudi antara pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Waktu di mana matahari tengah bersinar. Di luar waktu tersebut, peserta harus memarkir mobilnya di luar badan jalan dan kemudian mengirimkan kemah sementara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya.
Ada tujuh pos pemeriksaan yang tersebar di sepanjang jalur balapan. Di pos-pos tersebut, para peserta bisa memperbaiki mobilnya, atau sekedar menerima informasi mengenai kondisi cuaca dan peringkat terkini mereka.
Turnamen balapan ini sendiri sebenarnya bukanlah turnamen yang pertama. Kompetisi adu balap antar mobil bertenaga surya pertama kali digelar pada tahun 1987. Namun sesudah tahun 2015, turnamen ini sempat tidak digelar sebelum kemudian baru digelar lagi pada tahun ini di Australia.
Tim pembalap Nuon asal Belanda menjadi tim yang memenangkan kompetisi di tahun 2015 dengan catatan waktu 33,03 jam. Sementara peringkat keduanya dipegang oleh tim Universitas Tokai dari Jepang. Keduanya dikabarkan kembali mengikuti turnamen balap edisi tahun ini. Selain mereka, tim-tim dari beragam negara seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan, Belgia, hingga Iran juga turut ambil bagian.
?Perintis turnamen ini, Hans Tholstrup, dan para peserta di masa lalu dan sekarang, semuanya berambisi menciptakan energi positif berkesinambungan, mobil tenaga surya, dan teknologi terbarukan menjadi sesuatu yang nyata,? kata ketua panitia Chris Selwood.
