Bernas.id ? Sudah sepekan berlalu sejak referendum kemerdekaan digelar di Catalonia. Pemerintah daerah yang terletak di Spanyol timur itupun sudah mengambil ancang-ancang untuk memproklamasikan Catalonia sebagai negara merdeka. Kebetulan mayoritas pemilih dalam referendum memang menyatakan dukungannya atas kemerdekaan Catalonia.
Namun ternyata tidak semua rakyat Catalonia mendukung wacana kemerdekaan wilayahnya. Reuters memberitakan kalau sebanyak 350 ribu orang melakukan pawai di kota Barcelona pada hari Minggu (8/10/2017). Mereka beramai-ramai mengibarkan bendera Spanyol dan Catalonia bersama dengan slogan-slogan seperti ?Catalonia adalah Spanyol? dan ?bersama kita lebih kuat?.
?Kami merasa kalau kami adalah orang Catalonia sekaligus Spanyol,? kata Araceli Ponze (72 tahun) yang mengikuti aksi damai ini. ?Kami menghadapi hal misterius yang sangat dahsyat. Kami akan melihat apa yang akan terjadi pekan ini, namun kami tetap harus berteriak dengan lantang supaya mereka tahu apa yang kami inginkan.?
?Mereka yang datang untuk berdemonstrasi tidak merasa diri mereka lebih Catalan daripada Spanyol,? kata peserta aksi lain yang bernama Raul Briones. ?Kami merasa senang dengan apa yang sudah berjalan sejauh ini dan kami ingin tetap mempertahankannya.?
Kendati saat ini Catalonia masih berstatus sebagai bagian dari Spanyol, wacana mengenai kemerdekaan Catalonia sudah membuat perusahaan-perusahaan setempat mengambil tindakan antisipasi. Bank-bank raksasa seperti Caixabank dan Sabadell sudah memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya keluar Catalonia.
Di kota Madrid, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy sudah mengisyaratkan kalau dirinya tidak segan-segan mencopot paksa pemerintah daerah Catalonia dan membekukan otonomi wilayah tersebut jika situasi tidak berubah. Ia juga menegaskan kalau sebanyak 4 ribu polisi yang dikerahkan di wilayah tersebut tidak akan ditarik mundur hingga krisis berakhir.
Referendum kemerdekaan Catalonia digelar pada tanggal 1 Oktober lalu. Menurut pemerintah daerah Catalonia, sebanyak lebih dari 90 persen pemilih menginginkan kemerdekaan Catalonia. Namun tingkat partisipasi referendum yang tidak sampai 50 persen menyebabkan kredibilitas hasil referendum tersebut dipertanyakan oleh pihak-pihak luar.
