Bernas.id ? Kabar mencengangkan dirilis oleh tabloid Varden Gang. Menurut koran terbesar di Norwegia tersebut, polisi Australia secara diam-diam mengoperasikan situs pronografi anak selama satu tahun terakhir untuk menjaring para pelaku kejahatan terhadap anak (pedofilia).
Keberadaan situs itu sendiri pertama kali diketahui pada bulan Januari lalu setelah seorang pakar telematika yang melakukan investigasi untuk VG menemukan celah kode di sebuah situs pornografi anak bernama Childs Play. Dari celah itulah, sang pakar menemukan alamat IP pengelola situsnya yang ternyata mengarah ke kantor kepolisian Queensland, Australia.
Wartawan VG kemudian terbang ke Australia untuk mengonfirmasi apakah kepolisian setempat memang mengelola situs pornografi anak. Polisi membenarkan bahwa mereka memang mengelola situs tersebut. Namun mereka meminta supaya VG tidak langsung membeberkan temuan ini hingga pihak kepolisian merasa siap.
Pihak kepolisian menjelaskan kalau situs Childs Play awalnya dikelola oleh seseorang asal Kanada yang memiliki nama alias WarHead, orang yang pada waktu itu juga sedang dipantau oleh kepolisian Australia. WarHead sendiri akhirnya ditangkap oleh polisi AS ketika dirinya hendak memperkosa balita di negara bagian Virginia.
Ditangkapnya WarHead membuat polisi AS kini memiliki akses untuk mengelola Child?s Play. Karena kepolisian Queensland memiliki reputasi bisa melakukan pelanggaran hukum selama tujuannya adalah untuk menangkap penjahat, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS lalu menyerahkan akses pengelolaan Childs Play kepada kepolisian Queensland.
Anggota kepolisian Queensland yang tergabung dalam Satuan Khusus Argos kemudian mengambil alih situs tersebut dengan cara berpura-pura menjadi WarHead. Supaya penyamarannya kian meyakinkan, anggota Argos bahkan sesekali mengunggah gambar-gambar mengenai pelecehan anak di situs tersebut.
Situs Childs Play secara diam-diam akhirnya ditutup oleh kepolisian Queensland pada bulan September lalu. Sebelum ditutup, pihak kepolisian sempat memanipulasi kode yang digunakan pada situs untuk mendapatkan informasi pribadi mengenai para penggunanya. Berkat metode ini, pihak kepolisian mengaku berhasil memperoleh informasi mengenai anak-anak yang sedang disekap dan kemudian menyelamatkan mereka.
Kepolisian Queensland mengklaim kalau pihaknya sudah mengantongi informasi mengenai lebih dari 1 juta akun pengguna situs Childs Play. Sekarang mereka tengah mengirimkan informasi tersebut ke badan-badan kepolisian yang tersebar di seluruh dunia. Di salah satu negara, jumlah orang yang tengah menjadi buronan terkait kasus ini dikabarkan mencapai 900 orang.
