Bernas.id ? Sudah setengah pekan berlalu sejak terjadinya gempa bumi dahsyat yang mengguncang perbatasan Irak dan Iran. Akibat gempa itu setidaknya 530 orang cedera dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Gempa yang sama juga berakibat pada robohnya rumah-rumah.
Hal tersebut lantas menjadi sorotan Hassan Rouhani. Menurut presiden Iran tersebut, banyaknya rumah yang roboh merupakan akibat dari adanya praktik korupsi semasa dilangsungkannya program pembangunan rumah murah oleh pemerintah terdahulu.
?Rumah yang dibangun oleh warga (biasa) di daerah Sarpol-e Zahab tetap berdiri kokoh di kala rumah yang didirikan pemerintah di dekatnya runtuh akibat adanya tanda-tanda korupsi,? kata Rouhani pada hari Rabu (15/11/2017). ?Sudah jelas kalau ada korupsi dalam kontrak pembangunannya.?
Sarpol-e Zahab adalah kota yang menerima dampak terparah dari gempa yang terjadi pada hari Minggu lalu. Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah rumah yang rusak berat dan rumah yang tetap berdiri kokoh di Sarpol-e Zahab seusai gempa. Rumah yang rusak berat tersebut diketahui merupakan rumah yang pembangunannya disponsori oleh pemerintah.
Jaksa penuntut umum Mohammad Hossein Sadeghi yang berbasis di kota Kermanshah menambahkan kalau penyelidikan akan dilakukan terhadap fenomena bangunan roboh di lokasi gempa kendati bangunan tersebut belum begitu lama selesai dibangun. Tuntutan hukum juga sudah disiapkan jika terbukti ada penyelewengan dalam pendirian bangunan tadi.
