Bernas.id – Di Indonesia, nama kopi sudah tak asing lagi kita dengar. Minuman hitam nan pekat serta memiliki aroma khas ini seakan menjadi minuman yang tak bisa terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Banyaknya warung kopi dan berbagai macam olahan kopi, membuat masyarakat semakin tak bisa lepas dari kebiasaan meminum kopi sehari-hari.
Ada berbagai macam olahan dan jenis kopi di Indonesia, di antaranya adalah kopi luwak. Kopi luwak berasal dari kotoran hewan mamalia yang berambut, yaitu musang. Kotoran binatang yang pandai memanjat ini layak dijadikan kopi, sebab ia memiliki proses pencernaan yang sangat cepat, sehingga biji luwak yang ia santap akan keluar tidak jauh berbeda dari sebelum ia memakannya. Kotoran yang ia keluarkan tidak berbahaya, justru memiliki banyak khasiat. Itu sebabnya mengapa kotoran binatang yang satu ini justru diolah menjadi olahan kopi yang nikmat dan bercita rasa khas.
Musang dikenal sebagai hewan mamalia yang pandai memanjat. Kukunya yang tajam memudahkannya untuk memanjat pohon. Itulah sebabnya ia suka membangun sarang di atas pohon, misalnya di atas pohon kelapa. Habitat aslinya adalah hutan dan perkebunan.
Tapi seperti yang kita ketahui sekarang ini banyak terjadinya penebangan pohon dimana-mana. Maraknya pembakaran hutan, penebangan liar dan pembukaan lahan secara sembarangan, menyebabkan musang kehilangan tempat tinggalnya yaitu pohon dan hutan. Apabila hal ini dibiarkan terus terjadi, ekosistem alam akan terganggu. Dan yang akan merasakan imbasnya di kemudian hari adalah manusia itu sendiri.
Sebagai manusia, kita hidup berdampingan di alam. Sudah selayaknya kita sebagai makhluk hidup di dunia ini untuk saling mencintai dan menyayangi. Apa salahnya bila kita mencintai lingkungan kita, mencintai binatang yang hidup di alam seperti musang yang menghasilkan kopi berkhaisat, dan menjaga kelestarian hutan. Berhentilah membesarkan sifat tamak kita untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya. Menebang pohon sembarangan untuk kepentingan sendiri, sedangkan alam yang kita tinggali ini berantakan. Binatang-binatang yang menjadi bagian dari alam kehilangan tempat tinggal. Yang harus kita ketehaui, menyayangi binatang akan membuat kita menjadi seseorang yang lebih sabar dan peka terhadap lingkungan.
Di dalam agama islam diajarkan untuk menyayangi binatang, untuk saling berbuat baik, baik kepada sesama, juga kepada binatang. SepertiĀ para sahabat pernah yang bertanya kepada Rasulullah,
?Wahai Rasulullah, apakah kita akan mendapat pahala dengan berbuat baik kepada binatang?? Beliau menjawab, ?Terhadap setiap makhluk bernyawa diberi pahala.? (HR. Bukhari dan Muslim)
Marilah kita menjaga alam kita dengan sebaik-baiknya. Ajak orang-orang di sekeliling kita untuk mencintai alam. Bila kita tidak bisa melakukannya dengan tindakan yang besar, mulailah dengan melakukan gerakan-gerakan kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Justru hal-hal kecil yang dilakukan terus menerus akan menghasilkan sesuatu yang besar.
Yuk mari kita saling mencintai dan mengingatkan!
