Bernas.id – Telecommuniting adalah sebuah pengaturan kerja, di mana seseorang bekerja dari rumah mereka dan mereka terhubung ke kantor masing-masing melalui jaringan internet dengan menggunakan laptop. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua pekerjaan cocok menerapkan strategi telecommuniting, tetapi banyak juga jenis pekerjaan yang cocok dengan strategi ini.
Bekerja dari rumah dahulu dianggap sebagai ?keistimewaan? bagi banyak orang yang beruntung, tetapi pengaturan kerja semacam itu tidak terlalu sering. Sekarang, telah banyak perusahaan yang menganggap telecommuniting sebagai hal yang diperlukan bagi sebuah bisnis. Bahwa lebih memberikan kebebasan karyawan untuk bekerja dari rumah, menjadikan alternatif perusahaan untuk berkembang tanpa harus menanggung biaya tetap tambahan. Seperti biaya tetap yang harus dikeluarkan untuk bangunan kantor, peralatan, atau lahan parkir dan sebagainya.
Di samping itu, beberapa perusahaan memandang telecommuniting sebagai sebuah cara untuk melawan transportasi yang tinggi. Tak hanya itu, perusahaan juga menarik seseorang yang berbakat yang menginginkan kebebasan dan terkendali dalam pekerjaan mereka.
Terlepas dari hal-hal menarik yang terdapat pada telecommuniting, masih banyak perusahaan yang masih ragu untuk membiarkan mereka menjadi 'gelandangan ber-laptop'. Karena mereka akan membuang waktu dengan berselancar di dunia maya atau bermain game secara online dan bukan bekerja. Mengakibatkan mereka akan mengabaikan para klien mereka. Dan mereka akan sangat merindukan hubungan kerja sama dengan teman sekantor, juga interaksi sosial di tempat kerja.
Oleh karena itu, menyebabkan kurangnya bersosialisasi dengan para pekerja yang lain. Padahal dalam hal pekerjaan, diperlukan pendekatan langsung, agar terjamin pekerjaan yang maksimal. Sehingga perusahaan mengalami kesulitan mengenai bagaimana akan 'mengatur' mereka yang bekerja di rumah.
Banyak dari mereka sebagai pekerja mengalami kekhawatiran yang sama mengenai bekerja jarak jauh, dan hanya mengandalkan laptop. Terutama mengenai keterasingan akibat tidak pergi 'bekerja' ke kantor, sehingga memicu stres. Oleh karena itu, perusahaan harus lebih memberlakukan beberapa program dan proses untuk membuat rasa memiliki tumbuh di dalam diri pekerjanya, termasuk perangkat konferensi web. Bisa juga dengan memasangkan setiap karyawan dengan seorang konselor karir, dan menyelenggarakan acara komunitas triwulan di kantor.
