Bernas.id – Di dalam suatu hubungan pasti akan ada kita temukan yang namanya perselisihan. Tidak terkecuali bagi pasangan yang telah lama menjalin hubungan maupun yang baru. Mengapa hal ini bisa terjadi dalam suatu hubungan yang seharusnya bisa baik-baik saja? Karena menjalin hubungan bukan hanya sekedar menyatukan hati yang saling cinta. Tapi juga bagaimana caranya agar kita bisa menyatukan dua kepala yang terkadang berbeda. Menyatukan dua kepala dengan pemikiran yang berbeda inilah yang tidak mudah. Sehingga sering menyebabkan perkelahian dan pertengkaran dengan pasangan.
Perkelahian adalah hal yang paling tidak mengenakan di dalam suatu hubungan. Sebab perkelahian akan mempengaruhi mood atau perasaan hati kita menjadi buruk. Siapapun pasti tidak ingin berkelahi dengan pasangannya, tapi terkadang ada saja hal yang dapat memicu perkelahian tersebut. Kita mungkin tidak bisa menghindarinya tapi kita bisa mengatasinya dengan melakukan cara-cara berikut :
1. Belajar untuk memahami dan mengerti
Keegoisan sering menjadi pemicu utama dari terjadinya percecokan antar pasangan. Jika tidak ingin hal ini berlangsung lama, belajarlah untuk bisa saling mengerti dan memahami antara satu sama lain serta belajarlah untuk mematikan ego masing-masing. Memang diperlukan kesabaran untuk melakukan hal ini. Tapi apa salahnya untuk belajar mengerti dan memahami ? Betapa bahagianya kehidupan kita bila di dalam suatu hubungan yang kita jalani ada pengertian di dalamnya. Jangan meminta pasangan untuk selalu mengerti dan memahami kita, tapi latihlah diri kita untuk belajar memahami dan mengerti pasangan kita. Karena kita akan mendapatkan apa yang kita berikan. Bila kita memberikan pengertian dan kasih sayang, tentu pengertian dan kasih sayang pula yang akan kita dapatkan.
2.Belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda
Di dalam suatu hubungan terdapat dua kepala yang memiliki pemikiran berbeda-berbeda. Itulah yang menyebabkan mengapa terkadang perbedaan pendapat itu terjadi. Sudut pandang setiap orang berbeda-beda. Kita bisa saja melihat gelas yang berisi setengah air, sedangkan yang lain melihat gelas berisi setengah udara. Tidak ada yang salah dari kedua pernyataan tersebut, hanya saja perbedaan sudut pandang yang membuat kia memiliki pernyataan yang berbeda. Jangan hanya melihat suatu masalah dari sudut pandang kita sendiri, tapi belajarlah juga untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Jika kita merasa berada pada pada posisi yang tersakiti, cobalah rubah sudut pandang kita dengan berada pada posisi orang yang kita tuduh menyakiti kita. Mungkin cara ini bisa membuat kita berpikir jauh lebih baik daripada hanya berfikir dari satu sudut pandang saja.
3. Belajarlah menajdi air yang tetap tenang, bila dia menjadi api
Saat di antara kalian sedang mengalami selisih paham, belajarlah untuk tetap tenang. Meski kitapun sakit hati dengan apa yang telah ia ucapkan atau kerjakan, tahanlah amarah kita sampai ia lelah sendiri marah-marah. Ketika dia lelah dengan emosinya, barulah di situ kita boleh angkat bicara. Sebab api akan semakin besar bila dilawan dengan api, jadilah air yang tetap tenang.
4.Perbaiki komunikasi
Kesalah pahaman terjadi bisa karena banyak hal, salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi yang kurang baik antara kita dengan pasangan akan menimbulkan kesalahpahaman sehingga berakhir pada pertengkaran. Belajarlah untuk memperbaiki komunikasimu dengan pasangan, sebab komunikasi yang tidak baik akan membuat hubunganmu dengan pasangan menjadi tidak baik pula.
Selamat mencoba, semoga setelah membaca ini, kita dapat meminimalisir percekcokkan atau pertengkaran di dalam suatu hubungan yang kita jalani.
