Bernas.id ? Pesatnya perkembangan bisnis online kian hari kian tak terkendali. Setiap hari, pengguna media sosial di manapun berada, senantiasa disuguhi oleh beragam informasi promosi. Sebenarnya sah-sah saja penjual online melakukan promosi, dan memang itu dianjurkan agar barang dagangannya laku terjual.
Jika kamu bertindak sebagai penjual online, ingatlah etika dan kesopanan yang harus kamu jaga, supaya pemirsa di media sosial yang berinteraksi denganmu tetap nyaman.
1. Jangan Menandai Gambar atau Posting-an Sembarangan
Utamanya ini terjadi di Facebook, ada fitur untuk menandai orang lain, sehingga foto yang kamu unggah masuk ke pemberitahuan dan kronologi profil teman yang ditandai. Sebaiknya hindari melakukan ini, temanmu akan merasa tidak dak nyaman ketika ada foto-foto yang tidak dikehendaki masuk ke kronologinya. Memang maksud kamu memberi tahu bahwa ada barang yang kamu jual, tapi bagi yang tidak berkenan, posting-an dengan tanda tersebut dianggap sebagai spam. Dan, akibatnya posting-an kamu dihapus, tak jarang pula yang menghapus pertemanan karena tidak ingin ditandai. Kamu justru rugi kan karena kehilangan teman Facebook?
2. Hentikan ?Mengebom? Promosi dengan Pesan Siaran yang Berlebihan
Namanya jualan juga pasti promosi. Seperti halnya tanda facebook di atas, teman-teman kamu justru akan risih jika melihat promosi yang bertubi-tubi masuk ke media sosialnya. Broadcast contact (BC) atau pesan siaran justru menimbulkan efek menyebalkan jika frekuensinya tak terkendali, misalnya dalam sehari kamu mengirim lima hingga sepuluh broadcast. Yang ada bukannya tertarik dengan daganganmu, justru kamu beresiko diblokir oleh teman-teman kamu.
3. Tahu Waktu Promosi yang Tepat
Meskipun toko online buka sepanjang hari, tapi sebaiknya kamu juga memilih waktu yang tepat untuk promosi. Hindari promosi pada tengah malam, selain pemirsa kamu sedikit, juga ada orang yang merasa terganggu dengan aktivitas kamu. Karena ada beberapa orang yang tetap mengaktifkan handphone-nya sepanjang malam, dengan notifikasi atau nada dering tetap menyala. Betapa menjengkelkan jika ada pemberitahuan yang masuk di malam hari adalah sebuah promosi, kecuali orang itu memang membutuhkannya.
4. Jangan Memaksa atau Menjebak Pembeli
Etika jual beli itu suka sama suka dan tanpa paksaan. Mungkin ada orang yang menanyakan barang dagangan kamu, dan masih sebatas ingin mengetahui informasi. Meski sebagai penjual merasa kecewa karena yang kamu kira akan membeli tapi ternyata tidak membeli, jangan sampai kamu memaksanya untuk membeli. Bisa jadi orang yang bertanya tersebut memang punya niat membeli dagangan kamu, tapi masih membandingkan atau uangnya belum cukup. Pada saat itu, jangan kamu memaksanya membeli, karena calon pembeli justru akan marah.
Selain jangan memaksa, juga jangan menjebaknya, jika orang yang bertanya belum mengatakan bahwa ia membeli barang kamu, jangan mengklaim pembelian sebelum ada pernyataan. Jadi menawarkan seperlunya saja, bisa juga member penawaran lagi pada lain waktu, misalnya dua hari atau tiga hari kemudian. Ingat, orang yang bertanya itu adalah konsumen yang tertunda.
5. Jangan Sembarangan Share Promosi di Grup
Grup-grup di media sosial saat ini juga banyak bermunculan, apalagi di Whatsapp yang terkenal mudah dalam akses apapun. Jika memang grup tersebut memiliki peraturan yang tidak memperbolehkan promosi, jangan memaksa tetap promosi. Karena hal tersebut malah menimbulkan kesan buruk pada kamu dan bisnis kamu. Atau justru berakibat kamu dikeluarkan dari grup. Hargailah peraturan grup. Carilah media lain, seperti Faceebok yang lebih bebas penggunaannya untuk promosi.
