Bernas.id ? Mobil yang bisa terbang bukan hanya ada di cerita fiksi ilmiah. Perusahaan transportasi Uber kini tengah mengembangkan teknologi mobil terbang. Kendati Uber menyebutnya sebagai mobil terbang, kendaraan yang bersangkutan aslinya adalah sejenis pesawat kecil dengan sepasang baling-baling menyerupai helikopter di kedua sayapnya.
Uber tidak sendirian dalam mengembangkan kendaraan ini. Mereka juga dibantu oleh NASA yang kebetulan memang memiliki niat mengembangkan teknologi kendaraan terbang yang bisa beroperasi di wilayah padat penduduk. Sejak tahun 2011, NASA diketahui mengembangkan kendaraan terbang tanpa awak yang bisa terbang di ketinggian 150 meter.
Uber memiliki rencana mengoperasikan mobil terbang ini sebagai layanan transportasi udara dengan nama Uber Elevate atau UberAir. Nantinya mobil terbang ini akan menaikkan dan menurunkan penumpangnya di atap gedung yang dilengkapi dengan landasan khusus.
?UberAir akan melakukan penerbangan yang jauh lebih sering di kawasan perkotaan setiap harinya,? kata Kepala Produk Uber Jeff Holden kepada USA Today. ?Melakukan hal ini secara aman dan efisien membutuhkan perubahan yang mendasar dalam manajemen teknologi penerbangan.?
Tahun 2020 dipilih sebagai Uber sebagai tahun di mana UberAir sudah mulai beroperasi. Ada tiga kota yang kelak bakal menjadi lokasi dimulainya layanan ini, yaitu Los Angeles, Dallas, dan Dubai. Untuk merealisasikan rencana ini, Uber sejak awal tahun ini sudah mengontrak Mark Moore yang berpengalaman sebagai insinyur NASA.
