Bernas.id ? Akhir pekan lalu, jalanan kota Taipei terlihat dipenuhi oleh lautan massa yang berwarna-warni. Mereka adalah massa dari golongan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transeksual) yang sedang menggelar parade.
The Guardian mengabarkan kalau parade yang digelar pada hari Sabtu (28/10/2017) tersebut diikuti oleh puluhan ribu orang. Parade yang sama sekaligus menjadi parade LGBT terbesar yang pernah digelar di Asia.
Bendera berwarna pelangi yang menjadi simbol LGBT terlihat berkibaran di antara lautan massa. Untuk menambah semarak suasana, para peserta parade juga mendandani diri mereka masing-masing dengan beragam kostum yang unik.
Parade ini bukan hanya diikuti oleh kaum LGBT Taiwan. Salah satu peserta parade yang bernama Benny Chan mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Hong Kong hanya untuk mengikuti parade. Menurut pengakuannya, publik Hong Kong masih bersikap antipati kepada kaum LGBT dan ia merasa lebih bebas saat sudah berada di Taiwan.
Digelarnya parade ini sendiri dimaksudkan supaya pemerintah Taiwan segera melegalkan pernikahan sesama jenis. Bulan Mei lalu, Mahkamah Konstitusi Taiwan menyatakan kalau peraturan yang melarang pernikahan sesama jenis adalah bentuk pelanggaran terhadap kebebasan menikah.
Lembaga yang sama lantas memberi tenggat waktu dua tahun kepada pemerintah Taiwan supaya segera membuat peraturan resmi mengenai legalisasi pernikahan sesama jenis. Hal inilah yang menjadi sorotan kaum LGBT Taiwan yang merasa kalau tenggat waktu dua tahun masih terlampau lama.
?Banyak orang yang tidak bisa menunggu hingga dua tahun. Kami hanya ingin memiliki hal yang selama ini juga dimiliki oleh pasangan heteroseksual. Kami melakukan wajib militer, kami membayar pajak yang sama, jadi kenapa kami tidak boleh memiliki hal yang sama?? kata Joseph Wu, salah satu peserta parade yang sudah memiliki pasangan hidup.
