Bernas.id ? Kota Zama di Jepang tengah geger. Seorang pria berusia 27 tahun yang tinggal di kota tersebut ditangkap oleh polisi pada hari Selasa (31/10/2017) karena membunuh 9 orang dan menyimpan mayat mereka di kamar apartemennya. Takahiro Shiraishi adalah nama dari pria yang melakukan tindakan sadis tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi, Shiraishi diketahui sudah melakukan pembunuhan berantai sejak bulan Agustus. Delapan di antara korban diketahui berjenis kelamin wanita yang berusia antara antara belasan hingga umur 20-an akhir. Semua mayat yang ditemukan di apartemen Shiraishi berada dalam kondisi terpotong-potong.
Korban pertama Shiraishi adalah seorang pria yang sedang mencari-cari kekasihnya yang hilang. Menurut pengakuan Shiraishi, ia membunuh pria tersebut dengan cara mengundangnya ke apartemennya. Seusai melakukan pembunuhan, Shiraishi lalu memotong-motong mayat korbannya.
Shiraishi seperti yang dikutip oleh pihak kepolisian menambahkan kalau pada awalnya ia menghabiskan waktu tiga hari untuk memutilasi korbannya. Namun sejak melakukan pembunuhan keduanya, ia kini hanya memerlukan waktu sehari untuk memotong-motong mayat korban.
Shiraishi sendiri diketahui memiliki motif pembunuhan yang beragam. Awalnya ia melakukan pembunuhan untuk merampas uang yang dimiliki korban. Shiraishi juga mengaku kalau ia membunuh karena memiliki niat awal untuk memperkosa korban-korbannya. Sebelum ditangkap polisi, Shiraishi diketahui berprofesi sebagai pencari tenaga kerja seks di dunia remang-remang Tokyo.
Keberhasilan polisi menemukan Shiraishi sendiri berawal dari saudara laki-laki korban Shirasihi yang mengecek akun Twitter saudarinya. Sebelum menghilang, saudarinya tersebut sempat memposting kalau dia sedang mencari orang lain untuk diajak bunuh diri bersama. Penyelidikan lebih dalam pada akun Twitternya menemukan kalau wanita tersebut sempat bertukar pesan dengan Shirasihi.
Ketika kabar penangkapan Shiraishi beredar, para tetangganya mengaku terkejut. Pasalnya selama ini mereka hanya mengendal Shiraishi sebagai sosok periang yang kerap mengunjungi ayahnya. Namun salah seorang di antara mereka juga mengaku kalau selama beberapa bulan terakhir, Shiraishi kerap bertingkah aneh dengan pulang larut malam sambil mengenakan pakaian serba hitam.
