Bernas.id ? Pertengahan Oktober lalu, Yayasan Thompson Reuters yang berafiliasi dengan raksasa media Reuters mengeluarkan hasil survei terbarunya mengenai tingkat keamanan kota bagi kaum wanita yang tinggal di dalamnya. Total ada 19 kota besar dari berbagai penjuru dunia yang dilibatkan dalam survei tersebut.
Kota-kota yang disurvei tersebut adalah London (Inggris), Paris (Perancis), Moskow (Rusia), Istanbul (Turki), Shanghai (Tiongkok), Tokyo (Jepang), Jakarta (Indonesia), Manila (Filipina), Delhi (India), Karachi (Pakistan), Dhaka (Bangladesh), Kairo (Mesir), Kinshasa (Kongo), Lagos (Nigeria), Mexico City (Meksiko), Buenos Aires (Argentina), Sao Paulo (Brazil), New York (Amerika Serikat), dan Lima (Peru).
Ada empat aspek berbeda yang digunakan dalam survei ini. Keempat aspek tersebut adalah tingkat kekerasan seksual yang menimpa kaum wanita, kemudahan kaum wanita mengakses layanan kesehatan, praktik budaya yang merugikan kaum wanita, dan peluang kerja yang tersedia untuk kaum wanita setempat.
Hasil survei menunjukkan kalau kota Kairo merupakan kota yang paling berbahaya bagi kaum wanita, sementara kota London dianggap sebagai kota yang paling aman bagi kaum wanita. Kota Jakarta sendiri menduduki peringkat kesembilan dalam peringkat kota yang paling tidak aman.
Menurut aktivis hak-hak wanita asal Mesir Shahira Amin, perlakuan yang diterima oleh kaum wanita di Kairo sejak revolusi di tahun 2011 kian memburuk. ?Kita melihat kaum wanita kesulitan di semua aspek. Bahkan sekedar berjalan-jalan di jalan saja menjadikan mereka rentan jadi sasaran pelecehan, baik yang sifatnya fisik atau verbal,? kata Amin seperti yang dilansir oleh Deutsche Welle.
Fenomena pelecehan seksual yang menimpa kaum wanita di tempat umum juga menjadi alasan mengapa Jakarta dianggap sebagai kota yang tidak aman bagi kaum hawa. Selain masalah pelecehan seksual, kaum wanita Jakarta dari golongan ekonomi lemah juga rentan menjadi korban perjodohan dan nikah paksa.
Kendati demikian, kaum wanita Jakarta di lain pihak memiliki akses yang cukup mudah terhadap layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga pendidikan. Hal inilah yang membuat Jakarta menempati peringkat yang lebih baik dibandingkan kota-kota seperti Kinshasa, Delhi, hingga Lima.
London dinobatkan sebagai kota terbaik untuk kaum wanita berkat rendahnya kasus pelecehan seksual di tempat umum, melimpahnya peluang ekonomi yang tersedia, dan mudahnya kaum wanita setempat mendapatkan akses ke beragam layanan kesehatan.
Namun Walikota London Sadiq Khan menambahkan bahwa kendati ia bangga dengan prestasi tersebut, kaum wanita London masih dihadapkan dengan masalah seperti adanya perbedaan jumlah penghasilan antar gender.
