Bernas.id – Perhatian orangtua sangat penting bagi seorang anak. Perhatian orangtua dibutuhkan dalam mengiringi perkembangan anak. Sudah seharusnya orangtua memperhatikan anaknya dan memberikan kebutuhan psikologi sang anak. Tetapi, masih banyak ditemui, bahwa orangtua sibuk bekerja untuk mencari uang dengan dalih bahwa tanpa uang pun anak juga tidak akan bahagia.
Hidup ini butuh uang, jadi harus pula memenuhi kebutuhan materi berupa uang. Uang memang penting dalam pemenuhan kebutuhan materi di dunia ini, tetapi jangan sampai membuat para orangtua menjadi lupa dengan perhatian yang harus dia berikan kepada anaknya. Ada banyak kenakalan yang biasanya dilakukan oleh sang anak untuk bisa menarik perhatian orang tuanya.
1. Mengganggu ibu atau bapaknya yang sedang bekerja
Hal ini memanglah sepele, namun hal-hal yang dilakukan seorang anak ini demi memenuhi keinginan diperhatikan oleh orangtuanya. Jika hal ini terus dibiarkan, nanti lama kelamaan pasti anak akan mengganggu dengan hal-hal yang besar. Bisa jadi akan menghilangkan dokumen yang penting, dan lain sebagainya.
2. Berkelahi
Berkelahi adalah kenakalan anak yang melibatkan fisik. Jika di dalam satu rumah terdiri lebih dari satu anak, biasanya akan terjadi perkelahian antar saudara. Selain karena alasan perbedaan pendapat, penyebab terjadinya perkelahian antar saudara adalah kurangnya perhatian orangtua.
3. Tawuran
Jika sudah terlalu lama anak tidak diberikan perhatian dan dibebaskan, maka bisa jadi sang anak akan terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik. Anak akan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dirasa mampu memberikan kepuasan dalam dirinya. Karena malas harus mengikuti ekstrakurikuler, sang anak akan memilih mengikuti hal yang dianggapnya sebagai tantangan, seperti tawuran. Jangan sampai anak dibiarkan ikut tawuran karena dengan ikut tawuran akan menimbulkan banyak kerugian, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
4. Mencuri
Mencuri akan dilakukan sebagai upaya untuk menarik perhatian. Hal ini sangatlah tidak wajar. Bukan hal yang bik untuk melakukan hal semacam ini. Jika anak sudah sampai pada tahap ini, sebaiknya sebagai orang tua diharapkan untuk bisa mengontrol psikis sang anak, agar anak bisa bahagia secara lahir dan batin.
