Bernas.id – Suatu hari Rasulullah pernah mendapati seorang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum datang kepadanya, namun sayangnya Rasulullah menunjukkan wajahnya yang masam. Padahal barangkali orang buta tersebut datang untuk menyucikan dirinya dari dosa atau mungkin ingin mendapat pengajaran ilmu yang bermanfaat dari Rasulullah.
Kisah ini terdapat di dalam salah satu surat dalam Al-Quran yaitu QS. 'Abasa yang artinya bermuka masam. Kemudian dijelaskan pula dalam surat tersebut melalui firman Allah, dikatakan, “Wahai Muhammad sekali–kali jangan begitu!”
Dijelaskan pula dalam asbabun nuzul QS. 'Abasa tersebut, saat itu Rasulluah sedang menjelaskan tentang ajaran Islam kepada pemuka-pemuka Quraisy yang menjadi musuhnya, namun tiba-tiba seorang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum tersebut datang dan berkali-kali mengatakan kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah ajari aku…” karena kebutaannya tersebut, ia tidak mengetahui bahwa Rasulullah sedang berhadapan dengan pemuka-pemuka Quraisy. Itulah sebabnya Rasulullah tidak merespon dan berpaling dari Abdullah bin Ummi Maktum.
Namun setelah turun QS 'Abasa tersebut, Rasulullah langsung pergi mencari Abdullah melalui utusannya dan Rasulullah pun tersadar dan meyakini bahwa surat tersebut diturunkan sebagai salah satu bentuk teguran.
Kisah Rasulullah tersebut mengajarkan kepada kita sebagai umatnya. Jika suatu kali kita mendapati seseorang yang mungkin ilmunya tidak lebih banyak dari kita, pemahamannya masih awam dan cara pandangnya dalam menafsirkan sesutu berbeda dengan kita, lantas bukan menjadi sebab kita menghakimi mereka atas kekeliruannya tersebut.
Barangkali kita di beri ilmu dan pemahaman lebih awal dari mereka, maka sudah menjadi tugas kitalah untuk sabar mengajarkan dan merangkul tanpa harus mengerutkan muka dan berwajah masam atas segala ketidaktahuan mereka terhadap suatu ilmu.
Sebagaimana yang kembali dijelaskan dalam firman Allah dalam QS. 'Abasa ayat 8 yang artinya “Sekali-kali jangan begitu! Sungguh ajaran–ajaran Allah itu suatu peringatan.”
Semoga kita menjadi umat Rasulullah dan hamba Allah yang senantiasa santun dalam menyampaikan setiap kebaikan.
