Bernas.id – Pedagang tahu bulat, pedagang es cendol atau pedagang apapun itu ternyata bukan pebisnis lho. Kok bisa? Aneh juga ya, bukankah tujuannya sama cari pendapatan dari produk yang kita jual? Memang ada bedanya ya antara pedagang dan pebisnis? Jika kita lihat tujuannya memang sama, menghasilkan. Tapi ada yang membedakan antara keduanya yaitu mindset. Wah, membuat tambah penasaran saja kan?
Jika dilihat dari pengertiannya menurut Wikipedia, pedagang adalah orang yang melakukan perdagangan, memperjualbelikan barang yang tidak diproduksi sendiri, untuk memperoleh suatu keuntungan.
Sedangkan pengertian bisnis menurut Prof. L. R. Dicksee adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.
Dalam bisnis, sifatnya berfokus pada aktivitas yang menitikberatkan pada hasil jangka panjang yang lebih besar. Bukan hanya itu saja, seorang pelaku bisnis biasanya membangun suatu sistem mulai dari kualitas produk dan kualitas pelayanan dimana hal tersebut sangat menunjang perkembangan bisnis itu sendiri.
Jika berdagang sifatnya adalah hanya ambil untung, saat itu juga atau instan, dan bersifat sementara, sedangkan berbisnis itu sifatnya lebih jangka panjang. Sehingga membutuhkan planning dan strategi yang matang. Setiap orang mampu berdagang, namun hanya sedikit yang mempunyai mindset sebagai pebisnis. Inilah sebabnya mengapa para pelaku bisnis itu lebih sedikit jumlahnya dibanding pedagang tapi secara income menguasai 80% perputaran uang dan 20% sisanya adalah income pedagang yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan orang.
Aktivitas yang dilakukan oleh pedangan hanya fokus pada uang yang dihasilkan saat ini, selain itu dalam melakukan aktivitasnya mengharuskan pedagang yang bersangkutan hadir, karena tanpa sang pedagang, penjualan tidak akan berjalan. Sedangkan pelaku bisnis tentu memiliki aktivitas yang berbeda, baik dari sisi fokus untuk membangun bisnisnya, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Selain itu mindset dan sistem yang dibangun bisa berjalan meskipun pelaku bisnis sedang tidak ada di lokasi, karena hal tersebut hasil dari proses dan monitoring.
Pemahaman yang salah tentang berdagang dan berbisnis inilah yang terkadang salah kaprah, akibatnya banyak pelakunya tidak berkembang dan stuck atau jalan di tempat. Aktivitas berdagang untuk menghasilkan uang diangkap sudah cukup sesuai dengan label bisnis. Akibatnya tidak bisa naik kelas. Untuk bisa berkembang pedagang harus menyadari dirinya harus bertumbuh, agar naik kelas menjadi pelaku bisnis.
Mindset pelaku bisnis lah yang sebenarnya menjadi pembeda dan membuat bisnis berkembang serta menghasilkan keuntungan. Contohnya, pedagang nasi saat ini jumlahnya ribuan bahkan jutaan jika kita mau mendata, setiap hari rutinitasnya jualan nasi, baik itu nasi uduk, nasi kuning atau nasi warteg. Fokusnya ya jualan nasi, mencari keuntungan dari produk yang dijual. Jika si penjual atau pedagang sakit, ya tutup warungnya.
Berbeda dengan bisnis warung, meskipun sama sama warung nasi, penanganannya sangat berbeda. Warung nasi ini memiliki fokus utama pada pelayanan dan kualitas makanan, bukan hanya itu sudah dibuat sistem yang jelas sehingga bisa maju dan berkembang.
