Bernas.id – Saat film Indiana Jones diputar pada awal 1980-an, banyak orang yang tiba-tiba ingin menjadi arkeolog. Dunia penuh petualangan Dr. Jones ?tokoh utama dalam film tersebut? telah membuat publik melihat disiplin ilmu tersebut dengan sudut pandang baru. Dari sebuah ilmu yang ?membosankan? karena hanya berkutat pada penggalian benda-benda purbakala yang kering dan berdebu, menjadi ilmu yang eksotik dan penuh petualangan.
Tidak hanya dalam cerita fiksi, sosok-sosok arkeolog yang melakukan perjalanan penuh petualangan untuk mencari sisa-sisa peradaban masa lampau juga ada di dunia nyata. Berikut lima di antaranya sebagaimana dirangkum dari The Vintage News.
1. Percy Fawcett;
Percy Fawcett adalah seorang arkeolog, kartografer dan petualang yang terkenal dengan penjelajahannya di Amerika Selatan. Sayangnya sebuah perjalanan pada tahun 1925 menjadi perjalan terakhirnya. Ia bersama anak laki-laki tertuanya hilang secara misterius di Hutan Amazon.
Ketika itu, ia mencari sebuah tempat yang ia yakini sebagai kota yang hilang, tempat peradaban maju pernah terbangun di masa lalu. Kota itu ia sebut sebagai kota ?Z?. Pencarian Fawcett terhadap kota tersebut hingga menghilangnya secara misterius, menjadi perdebatan hingga kini. Beberapa ekspedisi dilakukan untuk memecahkan misteri tersebut, tetapi tidak membuahkan hasil.
Beberapa catatan perjalanan Fawcett menjadi inspirasi bagi Arthur Conan Doyle dalam menulis novel-novelnya. Novel The Lost World misalnya menggunakan laporan lapangan Fawcett sebagai rujukan latarnya.
2. T.E. Lawrence;
T.E. Lawrence atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lawrence of Arabia adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah. Ia berperan dalam pengorganisasian negara-negara Arab yang disponsori Kerajaan Inggris melawan Turki selama Perang Dunia I. Namun siapa sangka, di balik kepiawaiannya dalam dunia politik, ia juga seorang ilmuwan yang mumpuni.
Ilmu arkeologi adalah fokus Lawrence. Ia memiliki ketertarikan terhadap arkeologi bahkan sejak ia masih kanak-kanak. Pasalnya, ia kerap merasa penasaran dengan benda-benda antik yang ditemukan di sekitar Berkshire, Buckinghamshire dan Oxfordshire, tempatnya tumbuh dewasa.
Pada tahun 1909, Lawrence yang saat itu belum mendapatkan gelar ?of Arabia? di belakang namanya, melakukan sebuah napak tilas Perang Salib di Suriah. Ia berjalan kaki lebih dari 1.600 kilometer. Saat itulah, ia perlahan-lahan mulai belajar kebudayaan dan bahasa Arab.
Lawrence sangat tertarik dengan kebudayaan Timur yang saat itu mulai tumbuh. Sayangnya, perjalanan intelektual Lawrence tidak berlangsung lama. Saat Perang Dunia I meletus, ia meninggalkan dunia keilmuwanannya untuk membantu para pemberontak melawan Kerajaan Turki Usmani. Hal itulah yang membuatnya dikenal hingga hari ini.
3. Gertrude Bell;
Gertrude Bell juga merupakan arkeolog yang tertarik dengan dunia Arab. Bell bertemu Lawrence dalam sebuah ekskavasi di Suriah. Keduanya menjadi teman baik dan berpartner dalam melakukan penelitian tentang kebudayaan Arab. Ketika Perang Dunia meletus, sebagaimana Lawrence, Bell juga meninggalkan dunia penelitian dan menjadi intelijen militer Kerajaan Inggris.
Bell dan Lawrence juga berperan dalam mengadvokasi kemerdekaan Irak. Bell selanjutnya mendirikan Museum Arkeologi Baghdad. Karena jasa-jasanya, Bell diberi gelar ?al-Khatun?, yang bermakna perempuan terhormat tanpa mahkota dari Irak.
4. Roy Chapman Andrews;
Roy Chapman Andrews sebenarnya bukan benar-benar arkeolog. Ia lebih merupakan naturalis dan paleontologis. Sosok Andrews inilah yang menjadi inspirasi utama karakter fiksi Indiana Jones.
Ekspedisi Andrews yang paling terkenal adalah perjalanan ke Gurun Gobi dan Mongolia pada 1920-an. Dalam ekspedisi itu, ia sempat melawan para preman dan bandit ketika tengah mengendarai mobilnya melintasi gurun. Saat itu, wilayah Cina dan Mongolia memang terkenal berbahaya bagi orang asing.
Andrews terkenal karena keberhasilannya menemukan sisa-sisa telur dan tulang dinosaurus, juga tulang beberapa mamalia yang telah punah. Dalam menjalankan ekspedisinya, ia juga dikenal sebagai seseorang yang tak kenal rasa takut.
5. Hiram Bingham III.
Hiram Bingham III adalah orang yang berjasa memopulerkan Machu Picchu, situs peninggalan kerajaan Inca dari abad ke-15 di Pegunungan Peruvia. Meski bukan arkeolog akademis, Bingham dikenal memiliki minat yang sangat tinggi terhadap dunia arkeologi. Kesukaannya terhadap petualangan juga mendukung hal tersebut.
Machu Picchu sebenarnya tidak ditemukan oleh Bingham. Ia hanya memperkenalkannya ke publik yang lebih luas. Ia, sebagaimana para ilmuwan yang lain, menggunakan jasa para pemandu lokal yang telah mengetahui lebih dahulu keberadaan situs tersebut.
Selain dikenal sebagai ilmuwan, Bingham juga dikenal sebagai politisi. Ia sempat menjadi gubernur Connecticcut dan anggota Senat Amerika Serikat.
