Bernas.id – Apakah anak Anda tertarik dengan komputer? Jika ya, Anda perlu memfasilitasinya. Siapa tahu, ketertarikannya itu akan mengantarkan pada karier yang cemerlang di masa depan. Pasalnya saat ini telah banyak produsen yang menyediakan berbagai aplikasi, mainan dan gim untuk memperkenalkan coding atau bahasa pemrograman pada anak-anak.
Mike Matthews, Direktur Kurikulum dan Inovasi Program di Katherine Delmar Burke School, Amerika Serikat, mengatakan bahwa bahasa pemrograman komputer pada dasarnya bisa diajarkan pada anak-anak usia sekolah dasar. Hal itu sebagaimana dipraktikkan di Katherine Delmar Burke School. ?Gunakanlah sesuatu yang paling mendasar untuk memperkenalkannya ke anak-anak,? ujar Matthews sebagaimana dikutip dari Live Science.
Menurut Matthews, memperkenalkan bahasa pemrograman kepada anak-anak tidak harus dengan perangkat keras atau perangkat lunak komputer. Beberapa permainan papan bisa menggantikannya.
Mitchel Resink, Direktur The Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab mengatakan bahwa bahasa pemrograman adalah sesuatu yang berharga yang seharusnya diajarkan dengan cara yang berharga pula. Menurut Resink, yang memimpin kelompok penelitian penemu bahasa pemrograman Scratch, mengajarkan bahasa pemrograman kepada anak-anak sama seperti mengajak anak bermain puzzle. Bedanya, anak-anak dipahamkan bagaimana cara memecahkan teka-teki dengan lebih terstruktur. Cara memahamkannya pun mesti sederhana, layaknya menceritakan dongeng kepada mereka.
Berikut adalah beberapa mainan yang sengaja dirancang untuk memperkenalkan bahasa pemrograman kepada anak-anak:
1. Robot Turtle;
Tidak semua mainan bahasa pemrograman harus memiliki teknologi terkini. Robot Turtle adalah permainan papan yang dirancang untuk anak-anak berusia tiga hingga delapan tahun. Pemain diharuskan mengarahkan kura-kura menuju sebuah permata dengan cara memberikan instruksi spesifik. Setiap kartu dalam permainan ini memiliki perintah tertentu untuk mengarahkan kura-kura. Ada kartu yang digunakan untuk memerintah kura-kura berjalan lurus, berbelok, melompati rintangan, dan lain-lain. Poin mendasar dari permainan ini adalah mamahamkan anak-anak tentang cara membuat instruksi berurutan, hal paling esensial dalam bahasa pemrograman.
2. Circuit Maze;
Circuit Maze adalah permainan yang mengharuskan pemainnya membangun sebuah sirkuit. Pemain ditantang memasang komponen ke dalam 25 kotak yang tersedia secara tepat, sehingga memungkinkan arus listrik mengalir dan lampu menyala. Menariknya, permainan ini memungkinkan pemainnya menemukan variasi pemasangan komponen yang berbeda untuk menyalakan lampu.
3. Code&Go: Robot Tikus;
Anak-anak dapat membangun dinding untuk Colby, si robot tikus, dan memrogramnya untuk berjalan menyusuri dinding. Selain dilengkapi dengan dinding yang dapat dibangun sendiri oleh anak-anak, permainan yang dirancang untuk anak-anak berusia lima tahun ini, juga dilengkapi dengan terowongan yang dapat dikolaborasikan. Adapun pemrograman dalam permainan ini melibatkan perintah-perintah sederhana seperti lurus atau belok, jalan atau berhenti. Selain itu ada juga perintah lain seperti menyalakan lampu atau bersuara.
4. Cubetto;
Cubetto adalah permainan yang dirancang untuk anak-anak berusia tiga tahun, berupa robot kayu yang dikendalikan dari sebuah papan kayu. Anak-anak yang memainkan permainan ini ditantang untuk memrogram robot dengan cara memasukkan panel-panel berwarna ke dalam tempat yang tersedia di papan kayu. Anak-anak dapat bereksperimen dengan cara memasukkan urutan panel yang berbeda, sehingga menghasilkan instruksi yang berbeda.
5. Coji.
Coji adalah sebuah robot yang dapat diprogram dengan menggunakan ikon emosi atau emoticon. Emoticon mendeskripsikan aksi yang akan dilakukan oleh robot. Misalnya, urutan emoticon penunjuk arah akan memerintahkan robot bergerak sesuai arah tersebut. Robot ini juga dapat diprogram menggunakan perintah yang lebih kompleks seperti ?jika-maka?.
