Bernas.id – Sebagai seorang pelaku bisnis, kata bangkrut adalah kalimat yang menjadi momok. Bayangkan saja, usaha yang Anda bangun dengan modal finansial dan tenaga yang tidak sedikit, amblas begitu saja. Apalagi jika bukan hanya bangkrut yang diderita tapi juga menjadi banyak hutang.
Nah, agar kita terhindar dari kata bangkrut tentunya kita harus tau apa saja penyebabnya? Hal ini harus diperhatikan sejak awal sampai bisnis kita berkembang.
1. Salah mengelola keuangan
Sebagai pelaku bisnis, kita dituntut untuk disiplin dalam hal pencatatan keuangan dan pengaturan keuangan, karena salah pengelolaan akibatnya bisa fatal. Biasanya cirinya adalah modal usaha yang mulai seret dan tidak mampu menutupi biaya operasional, maintenance atau membayar gaji pegawai Anda.
Untuk menghindarinya, jangan dipakai dan dicampuradukkan biaya yang sudah dialokasikan untuk usaha dengan penggunaan pribadi. Pastikan untuk memperhitungkan setiap pengeluaran dengan modal yang dimiliki, dan jangan bersikap spekulatif terhadap asumsi keuntungan yang belum pasti.
2. Tergoda memiliki banyak bisnis
Ini merupakan kesalahan yang paling sering ditemui pada pebisnis pemula, karena mereka ingin cepat untung sehingga mereka cenderung mengambil semua peluang bisnis yang ada di depan mata, tanpa perhitungan yang matang. Kebanyakan dari pelaku bisnis hanya melihat segi untung yang diperoleh sehingga membuat lupa bahwa pengelolaan bisnis itu membutuhkan fokus dan kedisiplinan untuk bisa sukses. Belum lagi dalam hal penerapan pelayanan yang membutuhan effort tersendiri, akibatnya banyak biaya keluar namun hasilnya tidak signifikan dengan keuntungan yang diharapkan.
3. Dibohongi
Pelaku bisnis pemula biasanya belum memiliki banyak pengalaman, baik dalam hal kerja sama dengan personalnya maupun menyiapkan perjanjian tertulis terkait kerjasama tersebut. Terkadang karena terburu buru pelaku bisnis juga mengabaikan surat perjanjian apalagi jika berbisnis dengan kerabat atau teman sendiri biasanya menggampangkan, beranggapan bisa santai karena berurusan dengan kerabat atau teman, padahal dalam bisnis kita harus tegas jika sudah menyangkut uang bisa sensitif masalahnya. Saat menemukan masalah tidak ada bukti tertulis lalu sebagai penyelesaian harus keluar uang sehingga mendatangkan kerugian.
4. Terlilit Hutang
Sebagai pelaku bisnis kita harus lebih bijak dalam menyikapi kebutuhan dana usaha, pastikan jika hendak mengambil hutang sudah diperhitungkan secara matang positif dan negatifnya. Selain itu kita harus disipilin dalam hal pencatatan dan penggunaannya, karena jika salah langkah bisnis kita jadi taruhannya.
Lalu bagaimana jika terlanjur dan sudah terjebak hutang? Darurat action yang harus kita lakukan adalah coba dicatat, hutang kita kemana saja dan berapa besarnya. Urutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil. Segera mulai lunasi yang kecil kecil, dan coba untuk bernegosiasi ulang untuk hutang ? hutang yang besar. Apakah pembayarannya bisa diubah, diperpanjang masa cicilannya atau apapun sesuai dengan kemampuan keuangan kita saat ini. Yang terpenting adalah jangan lari dari hutang, berusaha bangun komunikasi dengan pemberi hutang, yakinkan bahwa kita pasti bayar hutang kita kepada mereka.
