Bernas.id – Kedengkian membawa seseorang kepada perbuatan buruk lainnya. Katakanlah seorang abu Lahab yang berusaha mencelakakan Nabi Muhammad, padahal Nabi adalah keponakannya sendiri yang mestinya dia jaga dan rawat, namun karena kedengkiannya maka ia pun berusaha untuk menyakitinya. Sebenarnya apa sih dengki itu dan apa penyebabnya serta akibatnya? Berikut uraian mengenai perbautan tersebut:
Dengki yang dalam Bahasa agama adalah hasud adalah merasa keberatan jika Allah Ta?ala menganugrahkan kenikmatan kepada orang lain, baik berupa ilmu, harta, rasa simpatik dihati orang lain dan sebagainya (Bidayatul Hidayah:134). Intinya dengki itu senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.
Dengki bisa menghinggapi siapapun tidak kenal apakah dia ulama, ustadz, kyai atau orang tua sekalipun. Dengki yang paling tinggi adalah ketika dia berusaha untuk mencelakakan dan mengambil apa yang menjadi milik saudaranya itu dengan cara yang tidak baik. Berikut adalah sebab-sebab imbulnya dengki menurut imam Al-Ghazali dalam Mukhtasar Ihya ulumuddin: 287 di antaranya adalah:
1. Kebencian
Seseorang yang menanamkan kebencian dalam hatinya tanpa memaafkan maka lambat laun akan timbul penyakit dalam hatinya yakni dengki. Mungkin dapatlah kita contohkan bagaimana Qabil yang begitu benci terhadap saudaranya, yakni habil. Sehingga karena kedengkiannya ia pun berusaha menghilangkan nyawa adiknya sendiri dengan membunuhnya, karena dia tidak mendapatkan apa yang yang diinginkannya, yakni menikahi Iklima. Juga Fir?aun yang sangat benci kepada Nabi Musa. Padahal Nabi Musa pernah dia rawat dan menjadi kesayangannya bersama isterinya. Namun karena kebenciannya maka ia pun berusaha mencelakakan Nabi Musa.
2. Membanggakan diri
Ini pun menjadi sebab adanya kedengkian dalam jiwa seseorang jika dibiarkan tanpa disadari dan tanpa adanya pengobatan secara batin. Seperti halnya bagaimana dengkinya iblis laknatullah yang berusaha menjerumuskan anak cucu Adam dengan sumpahnya dan permintaannya kepada Allah Ta?ala meski ia harus tebus dengan kekalnya dia didalam neraka. Dia dengki kepada Nabi Adam, karena ia merasa lebih baik daripada Nabi Adam. Ketika diperintah sujud kepada Adam ia pun menolaknya dengan tegas.
3. Sifat kikir
Kikir ini artinya pelit tidak mau menginfakkan hartanya di jalan Allah dan tidak mau menolong orang lain. Ini terjadi karena merasa bahwa apa yang dia dapat adalah hasil usahanya sendiri. Contoh konkritnya adalah sikap Qarun. Mungkin dapat juga digambarkan bagaimana seorang tukang tanah yang meninggal karena sifat kikirnya dalam berusaha mendapatkan tanahnya dengan cara mengitari tanah yang akan menjadi miliknya, sehingga ia pun meninggal karena kelelahan. Seorang yang kikir dia hanya ingin mneikmati jerih ppayahnya sendiri untuk kepentingannya saja. Tak peduli akan kesulitan maupun penderitaan orang lain. Dia akan merasa rugi ketika dia melihat saudaranya berbahagia ketika mendapatkan bagian harta yang diusahakannya sehingga ia pun tak mau memberinya walau sedikit. Karena baginya akan senang ketika saudaranya merasakan kelaparan maupun kemelaratan yang diakibatkan kekurangan harta atau benda yang tak dimilikinya.
4. Ambisi kepemimpinan
Ambisi akan suatu kepemimpinan artinya takut kekuasaannya berpindah tangan menyebabkan seseorang dihinggapi rasa dengki. Bagaimana dengkinya Fir?aun terhadap Nabi Musa. Karena dia takut kehilangan pengaruhnya, sehingga dia pun memerintahkan setiap bayi laki laki dibunuhnya. Sikap ini agar kekuasaannya tetap tidak ada saingannya. Sifat ini perlu kita hindari karena akan merusak amal kita sebagaimana api yang melalap kayu bakar.
