Bernas.id – Pepatah mengatakan bahwa usia muda adalah usia produktif. Usia muda berarti identik dengan anak muda. Anak muda yang energik dan merdeka. Energik dalam menjalankan segala sesuatu. Beraktifitas tiada henti. Merdeka menentukan apa yang jadi pilihannya. Menentukan jalan hidup sesuai mimpinya. Menentukan keputusan-keputusan yang di ambil. Kritis dalam menyikapi berbagai hal. Berani mengutarakan kebenaran dan mengatakan yang salah. Berpendapat sesuai logika dan fakta sehingga pendapat yang diutarakan paling tidak mendekati benar. Menghabiskan usia muda dengan sesuatu yang bermanfaat. Membawa kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Menjadi teladan anak muda yang cerdas. Tetapi apa kabar dengan anak muda zaman sekarang. Masih berlakukah pepatah zaman dulu? Hanya kalian wahai anak muda yang bisa menjawab!
Sudahkah melakukan aktifitas yang bermanfaat? Sudahkah memikirkan rencana hari esok? Sudahkah membuat jadwal rutinitas? Jika belum apakah masih pantas pepatah tersebut disematkan kepada anak muda. Usia muda memanglah usia produktif tetapi hanya sebatas fisik. Fisik anak muda jauh lebih kuat dibanding orang tua. Namun jiwa muda adalah pilihan. Seperti kata pepatah 'tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan'. Berarti menjadikan usia muda menjadi usia produktif sebagai pilihan adalah benar. Usia produktif yang dimaksud bukan sekedar fisik, melainkan pemikiran-pemikirannya.
Produktif berarti menghasilkan suatu karya. Memanfaatkan segala sesuatu menjadi bermanfaat dan bernilai. Menjalankan hari esok dengan perencanaan. Berprinsip hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini. Memanfaatkan kesempatan untuk menghasilkan sebuah karya. Apabila kalian ditanya 'karya apa yang sudah kamu hasilkan?' Mampukah menjawabnya? Jika sudah lanjutkan! Jika belum berbenahlah! Manfaatkan usia mudamu sebaik-baiknya, pandailah melihat peluang sekecil apapun.
Berkomitmen menjadi manusia produktif gampang-gampang sulit. Karena godaan itu selalu ada. Godaan-godaan untuk kembali ke masa lalu. Godaan-godaan yang akan melunturkan komitmen untuk produktif. Lalu bagaimana menjadi manusia produktif? Berikut tipsnya:
Aktivitas
Buatlah perencanaan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan hari esok. Padatkan jadwal-jadwal menjadi efektif dan efisien. Kalian bisa memulai dengan membuat catatan kecil daftar kegiatan yang akan dilakukan besuk. Semisal hari Senin sekolah- ektrakulikuler-les privat-membuat tugas-belajar. Daftar kegiatan yang sudah dibuat biasakan selalu di baca. Lakukan dengan baik agenda-agenda yang sudah dibuat. Bisa juga kalian mengagendakan kegemaran atau hobby dalam daftar aktivitas. Dapat dituliskan setiap hari, tiga hari sekali atau seminggu sekali. Intinya ada perencanaan.
Waktu Luang
Suasana santai terkadang membuat manusia lupa diri. Santai menjadikan manusia bermalas-malasan hingga lupa jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Alhasil banyak pekerjaan yang terbengkalai. Untuk itu jangan terlena dengan waktu luang. Gunakanlah waktu luang sebaik mungkin. Manfaatkan untuk menghasilkan karya atau membuat tugas yang bisa saja dikerjakan nanti. Misal kalian suka menulis atau membaca, maka gunakan waktu itu untuk membaca atau menulis. Isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan hanya untuk mencari kesenangan sesaat.
Manajemen Waktu
Manusia produktif harus bisa mengatur waktu dengan baik. pada point pertama kalian sudah membuat daftar kegiatan untuk setiap harinya. Kegiatan-kegiatan yang kalian susun terkadang tidak 100% dapat berjalan mulus. Dalam satu kesempatan akan ada hal-hal yang mendesak untuk segera diselesaikan dan disatu sisi sesuatu ini tidak ada dalam daftar kegiatan, maka kalian harus pandai membagi waktu agar keduanya tetap bisa dijalankan.
