Bernas.id – Kepribadian merupakan pola tingkah laku sosial yang terlihat dan dimiliki seseorang sebagai latar belakang pemiliknya dalam berhubungan dengan orang lain atau dihadapkan pada situasi tertentu. Kepribadian adalah turunan istilah dari sebuah konsep yang luas sehingga pengertiannya tidak dapat disamakan. Dapat dikatakan bahwa kepribadian adalah ciri khas sikap dari seseorang.
Menurut para ahli ada dua unsur dalam kepribadian yaitu pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu berbeda. Pengetahuan pribadi berisi imajinasi, pemahaman dan konsep-konsep yang terlahir dari proses mengamati dan pengalaman mengenai berbagai macam hal yang berbeda-beda dalam lingkungan individu tersebut. Sedangkan perasaan merupakan keadaan dalam kesadaran manusia yang menilai pengetahuan sebagai keadaan yang negatif maupun positif. Sehingga perasaan memiliki sikap yang subjektif pada unsur penilaian sebelumnya menyebabkan berbeda penilaian dengan orang lain.
Dapat digambarkan bahwa kepribadian terbagi menjadi dua yaitu positif dan negatif. Tidak menjadi masalah jika memiliki kecenderungan kepribadian yang positif. Tidak ada pihak yang dirugikan. Bisa jadi justru sebaliknya, menguntungkan diri sendiri dan membawa manfaat untuk orang lain. Lain halnya apabila memiliki kecenderungan kepribadian negatif. Pengaruh dari kecenderungan kepribadian ini menyulitkan berbagai pihak. Dapat menjadi masalah besar walaupun awalnya sepele. Sebenarnya yang paling dirugikan adalah diri sendiri. Tetapi menjadi hal biasa karena sudah melekat dan mendarah daging. Lalu apakah orang berkepribadian negatif dapat berubah menjadi positif, atau sebaliknya? Ya! Dapat. Kepribadian dipengaruhi berbagai faktor antara lain sebagai berikut.
Diri sendiri
Sikap seseorang dapat dilihat semenjak masa kanak-kanak. Namun kepribadian sifatnya tidak permanen. seiring berjalannya waktu dapat berubah ataupun diubah sesuai kehendak. Diri sendiri merupakan faktor utama dalam perubahan kepribadian. Menjadi nahkoda untuk dirinya sendiri. Menentukan menjadi manusia seperti apa, tidak merugikan orang lain serta tidak melanggar aturan yang berlaku. Sesuatu hal terjadi dimulai dari diri sendiri. Jadi diri sendirilah penentu kepribadian positif atau negatif.
Keluarga
Keluarga menjadi faktor kedua yang memengaruhi kepribadian kalian. Kepribadian orang tua bisa jadi menurun pada anak. Sikap yang setiap harinya dilihat oleh anak juga dapat memengaruhi. Ajaran-ajaran di keluarga dapat membentuk kepribadian. Misal, si ibu mengajarkan berbagi kepada sesama, maka di memori anak akan tertanam sikap untuk saling berbagai.
Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar yaitu lingkungan di mana kalian tinggal. Apabila lingkungan baik dan mengajarkan hal-hal positif maka kepribadian juga akan postif. Sebaliknya jika lingkungan dipenuhi dengan orang-orang yang berperilaku negatif maka juga akan membentuk kepribadian negatif. Tetapi keadaan lingkungan sekitar yang positif ataupun negatif dapat dikembalikan pada diri sendiri. Bagaimana diri sendiri menilai keadaan sekitar. Jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan yang negatif. Selain diri sendiri peran keluarga sangat dibutuhkan.
Lingkungan masyarakat sosial
Lingkungan yang dimaksud yaitu lingkungan secara luas. Misalnya lingkungan sekolah, tempat bermain, teman sekolah ataupun teman bergaul yang lain. Teman yang kalian miliki berpotensi memengaruhi pola pikir dan sikap seseorang. Teman bergaul yang baik akan memberi pengaruh baik pula. Teman baik akan berdampak baik untuk kalian. Maka, pandai-pandailah memilih teman. Carilah teman yang memberi dampak positif bagi kalian!
