Bernas.id – Sering mendengar ucapan ini? ?Aduh, ubinnya nakal ya? Adek jadi jatuh.” atau “Aduh mejanya nakal ya? Jadi benjol deh adek ya.?
Ya, itu adalah ucapan orang dewasa ketika melihat anak kecil jatuh atau terkena sesuatu. Pengajaran yang salah sejak kita masih kecil ini sepertinya membekas dan mengndap sangat lama dalam benak kita hingga sulit dihilangkan. Karena terbukti, saat dewasa orang seringkali kita mengkambinghitamkan orang lain atau hal lain dalam menyikapi masalah yang dihadapinya.
Sebagai pelaku bisnis, mindset seperti ini tidak boleh dipelihara karena akan merugikan bisnis kita sendiri. Apalagi dalam bisnis banyak sekali permasalahan yang akan timbul dalam proses perkembangannya, tentunya kita tidak bisa menyalahkan hal hal yang tidak masuk akal. Dalam bisnis masalah terbagi dua yaitu masalah ekternal dan internal. Masalah eksternal biasanya hal di luar kewenanganan kita sebagai pelaku bisnis, bisa menyangkut sosial, politik, kebijakan pemerintah dan sebagainya. Sedangkan masalah Internal adalah masalah yang terkait proses pengelolaan bisnis, biasanya berasal dari lingkup bisnis kita sendiri.
Namun kita tidak perlu khawatir selama masalah tersebut bisa kita selesaikan dengan baik, akan tetap membuat bisnis kita berkembang. Seperti menurut Glos, Steade dan Lawry yang menyebutkan bahwa Pengembangan usaha adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
Permasalahan ekternal tidak bisa kita rubah, sebagai solusinya kita bisa beradaptasi dan modifikasi langkah langkah bisnis kita agar sesuai dan tidak menyulitkan aktifitas bisnis yang kita lakukan. Masalah yang harus kita sikapi sebenarnya adalah masalah internal bisnis agar tidak menghambat kemajuan kita. Lalu apa sebenarnya masalah utama dalam bisnis tersebut?
Mindset dari pelaku bisnis itu sendiri. Hal ini penting karena walau bagaimanapun cara pandang terhadap permasalahan mempengaruhi cara kita menyelesaikan masalahnya. Jika seorang pelaku bisnis tidak merasa ada yang salah maka tidak mungkin masalah yang ada di depan mata bisa diperbaiki. Misalnya apabila pelaku bisnis tidak memiliki pemahaman tentang pelayanan pelanggan yang baik, biasanya menemukan kendala saat menyelesaikan komplain pelanggan atau membuat pelanggan loyal.
Tapi jika kita memang punya mindset dan jiwa bisnis yang benar, tentu halangan seperti itu tidak akan menciutkan nyali. Mindset seperti inilah yang sebenarnya bisa menjadi modal awal seseorang ketika akan terjun ke dunia bisnis.
Pentingnya mindset yang benar memungkinkan pelaku bisnis lebih berkembang dan meningkatkan pendapatan. Seorang pelaku bisnis adalah owner, pengusaha sekaligus karyawan tentunya penentu arah jalannya bisnis, oleh karena itu pemahaman dan penerapan mindset adalah hal yang sangat menentukan arah bisnis yang dikelolanya.
Selain pelayanan untuk bisa sukses dalam bisnis butuh kreativitas, bukan sekedar meniru atau menjiplak saja. Pelaku bisnis yang sukses adalah yang bisa menjual ide dan kreativitas. Hal ini tidak bisa ditiru oleh pesaing sehingga memungkinkan bisnis kita sukses. Kebanyakan pelaku bisnis berpikir tentang berapa jumlah modal yang harus disiapkan untuk membuat bisnis tersebut berjalan, padahal ide dan kreativitas lah yang harus dimiliki agar sukses.
Sebaiknya hilangkan mindset takut gagal dan kata tidak bisa, karena berarti kita telah sudah 50% gagal jika kita sendiri tidak yakin atas bisnis yang kita jalankan. Rasa tidak percaya diri adalah momok yang sering membuat seorang pelaku bisnis terhambat saat membangun sebuah bisnis. Sebaiknya buang jauh-jauh perasaan tidak percaya diri bila kita serius ingin maju di dunia bisnis. Karena kalau tidak, bisnis kita tidak akan berkembang dan bahkan bisa saja menjadi bangkrut.
