Bernas.id – Para guru tentu tidak asing dengan semboyan tut wuri handayani. Ya, semboyan itu menjadi semboyan pendidikan sekaligus tersemat di logo pendidikan di negara kita ini. Namun, bukan tidak mungkin masih ada guru yang belum mengetahui dan memahami sejarah dan arti semboyan tersebut.
Tut Wuri Handayani adalah adalah salah satu dari tiga semboyan pendidikan yang diajarkan atau diterapkan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Meskipun beliau belajar ilmu kependidikan di Barat, namun beliau beranggapan sistem pendidikan di Barat yang lebih didasarkan pada perintah dan paksaan tidak cocok diterapkan di Indonesia. Bangsa Indonesia yang hidup dalam khasanah budaya timur dengan nilai-nilai tradisional, sopan santun, dan kasih sayang harus diterapkan pendidikan yang mengacu nilai-nilai tersebut.
Peserta didik harus ditempatkan sebagai subyek bukan obyek pendidikan, peserta didik diberi ruang untuk menggali potensi dirinya, berekspresi secara kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Maka, Ki Hadjar Dewantara menerapkan tiga semboyan pendidikan yang cocok dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia, yaitu;
Ing Ngarsa Sung Tuladha
Semboyan pertama ini memiliki pengertian seorang guru haruslah seorang pendidik yang bisa memberi teladan. Sesuai dengan istilahnya ?guru? digugu dan ditiru, bukan hanya perkataannya namun juga perbuatannya. Seorang guru harus mampu menginspirasi murid-muridnya untuk meningkatkan belajarnya maupun menggapai cita-citanya. Seorang guru harus memantaskan dirinya sendiri agar bisa menjadi role model siswa-siswanya.
Ing Madya Mangun Karsa
Semboyan yang kedua ini mengandung arti bahwa seorang guru adalah pendidik yang selalu bisa berada ditengah-tengah siswanya, secara konsisten membangun semangat siswa-siswanya, menggali dan memfasilitasi ide-ide mereka untuk terus belajar dan berkarya.
Tut Wuri Handayani
Semboyan yang terakhir atau ketiga artinya seorang guru haruslah pendidik yang mampu terus menerus menuntun, membimbing dan mengarahkan siswa-siswanya menuju hidup yang positif dengan karya-karyanya. Mampu memberikan dorongan kepada siswanya menuju apa yang dicita-citakannya.
Demikianlah tiga semboyan pendidikan yang diterapkan di Indonesia, sebagai pegangan atau panduan seorang guru. Makna atau kesimpulan dari ketiga semboyan diatas adalah seorang guru adalah pendidik yang di depan dia sebagai teladan, di tengah sebagai penyemangat dan di belakang adalah sebagai pendorong khususnya bagi siswa-siswanya dan umumnya bagi orang-orang lain yang ada di sekitarnya.
Begitulah, semoga para guru dapat memosisikan dirinya sesuai dengan semboyan tersebut, demi tercapainya tujuan pendidikan yang termuat dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Aamiin yaa robbal alamiin.
