Bernad.id – Pertemuan dengan dia yang kita cintai adalah hal yang sangat membahagiakan dalam hidup. Awal jumpa dengannya terbesit rasa di hati. Hingga suatu saat kamu dan dia menyadari satu sama lain saling mencintai. Perasaan indah itu terikat dalam suatu hubungan penuh romansa. Lambat laun, kamu dan dia yang awalnya dekat penuh cinta semakin terpisah. Entah karena jarak atau orang ketiga. Sama halnya dengan awal bertemu, kamu dan dia pun menjadi secepat kilat menjauh. Meski kini dia telah pergi menjauh dan bergelar mantan, bukan berarti kamu harus mendendam. Darinya kamu bisa belajar begitu banyak hal.
Tetap Menjadi Teman
Kamu tetap bisa menjaga hubungan harmonis sebagai teman. Teman yang dulu pernah kamu simpan dan letakkan di museum hati dengan sejuta kenangan. Jika dulu awal bertemu penuh dengan cinta, kenapa benci yang mendera saat kamu dan dia terpisah?
Berpikir Dewasa
Hey, perasaan boleh tersakiti karena kamu dan dia tidak lagi bersama. Boleh menangis sekeras yang kamu inginkan asalkan jangan biarkan kamu terus berlarut dalam luka. Cobalah untuk mulai berpikir dewasa, bahwa cinta tidak harus selalu bersama. Adakalanya Tuhan mempertemukan kamu dengan orang yang tidak tepat sebelum Ia benar-benar mempertemukanmu dengan orang yang tepat. So, jangan jadikan alibi hubunganmu dengan dia sebagai ajang untuk saling serang-menyerang. Tetaplah berjiwa besar dan tentu elegan!
Saling Memaafkan
Apa pun masa lalumu dengan dia yang tidak mengenakkan, cobalah untuk saling memaafkan. Tidak selamanya hal buruk terjadi untuk menjadi musibah. Adakalanya hal buruk terjadi untuk bisa dipetik menjadi hikmah. Maka, ambil pelajarannya, lalu evaluasi diri. Jadilah lebih baik dari sebelumnya, dan buktikan bahwa dia telah menyesal berpaling muka kepada dia yang kedua.
Menjaga Perasaan Orang Terdekat
Hubungan yang kalian bina beberapa waktu kandas di tengah jalan, dan kini dia sudah bergelar mantan. Namun, untuk menghormati dan menghargai orang-orang terdekat termasuk pihak keluarga, maka kamu dan dia punya alasan untuk tetap baik-baik saja. Setidaknya jangan egois dengan membiarkan rasa marah, sedih, dan kecewamu menyakiti mereka yang kamu sayangi.
Damailah dengan Diri Sendiri
Masalalu yang pahit bersama dia sang mantan, jangan sampai membiarkanmu menjadi orang yang pendendam. Itu akan membuatmu sulit bertemu dengan cinta yang baru. Biarkan yang lama pergi dan sambutlah dia yang lebih baik ke dalam kehidupanmu. Meski sulit, perlahan-lahan cobalah untuk berdamai dengan masalalumu. Biarkan semua rasa marah, sedih, dan kecewa terbawa bersama waktu semenjak saat dia pergi meninggalkanmu. Ayo dong, move on!
