Bernas.id ? Memiliki buah hati dan bekerja adalah dua sisi mata uang yang bagai buah simalakama bagi seorang wanita karier. Keinginan untuk mengurus sang buah hati secara sepenuhnya tentu menjadi keinginan seorang ibu. Namun, tuntutan kebutuhan yang semakin banyak pun memerlukan profesionalisme dalam bekerja yang berimbas kepada peningkatan finansial keluarga. Ada kalanya, pekerjaan akan terpinggirkan saat asisten rumah tangga yang biasa membantu Anda tiba-tiba sakit dan harus mengalami rawat inap sehingga tidak dapat maksimal membantu Anda dalam mengurus sang buah hati. Lalu apa yang harus Anda lakukan sedangkan meminta izin pulang lebih cepat sangat tidak memungkinkan?
1. Dekat dengan orang tua
Salah satu cara penyelesaian masalah saat asisten rumah tangga Anda sakit dan buah hati Anda tidak ada yang menjaga adalah meminta bantuan kepada orang tua untuk menjaga. Hal ini mungkin dilakukan saat Anda tinggal berdekatan dengan orang tua. Juga perlu dipastikan orang tua dapat Anda titipi buah hati.
2. Daycare
Pilihan kedua adalah menitipkan buah hati Anda di daycare yang dekat dengan kantor, dan mengusahakan Anda pulang tepat waktu dari kantor tanpa overtime. Daycare tak hanya menawarkan jasa penitipan, namun juga program pembentukan dan pengembangan keterampilan terutama motorik dan komunikasi.
3. Dekat dengan tetangga
Tetangga adalah saudara terdekat saat Anda jauh dari keluarga. Dalam situasi genting, Anda dapat meminta bantuan tetangga terdekat untuk menemani buah hati Anda. Namun, saat Anda menitipkan kepada tetangga, perlu dipastikan bahwa tetangga Anda berada di rumah dan tidak sedang ada acara yang tak dapat ia tinggalkan.
4. Resign
Jika kondisi tak juga membaik, mungkin Anda perlu berpikir untuk resign untuk mendampingi buah hati secara penuh. Anda mungkin tak akan mudah melewati masa setelah resign. Namun, perkembangan dan kebutuhan sang buah hati perlu Anda utamakan.
Kepanikan dan kebingungan akan Anda rasakan saat sang buah asisten rumah tangga tak dapat membantu Anda seperti biasa. Anda perlu belajar memandirikan sang buah hati. Sehingga saat asisten rumah tangga sakit dan Anda terpaksa menitipkan sang buah hati kepada orang lain, sang buah hati pun pandai membawa diri dengan kemandirian yang ia miliki.
