Bernas.id – Gosip telah menjadi suguhan sehari-hari di masyarakat. Sejak pagi berbagai media melalui programnya akan menayangkan gosip yang mengupas aib dan masalah orang lain, menjadi tontonan banyak orang dan diperbicangkan di sana-sini.
Tidak jarang yang menjadi sasaran adalah sesama muslim, padahal Alquran sangat tegas berbicara tentang para penyebar aib.
Allah berfirman,?Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.? (QS. An Nur:19).
Kehormatan dan harga diri kaum mukminin adalah barang mahal yang harus dijaga. Setiap orang memiliki aib dan pernah berbuat salah. Maka tugas kita adalah menutupi aib dan kesalahan saudara seiman, bukan malah menyebarkannya. Kesengsaraan yang menimpa kita di dunia tentu akan bertambah jika senang menyebarkan aib dan kesalahan orang lain, selain itu di akhirat akan mendapat siksaan besar.
Banyak juga yang tidak tahu bahwa menyebar gosip tentang aib orang lain adalah sesuatu yang besar, sering dianggap sepele. Allah berfirman, ?(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.? (QS. An Nur:15).
Dikutip dari akun @KitapTafsirInspirasi ada doa yang baik untuk diamalkan dalam surah An Nur ayat 16 yang artinya,
“Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”.
Khasiat:
- Melindungi diri dari perbuatan dan dosa menggosipkan orang lain
- Menyelamatkan diri dari sasaran fitnah gosip
- Menjaga kenyamanan hidup bermasyarakat
Anjuran pemakaian:
- Saat mendengar kabar gosip atau fitnah
- Ketika menahan diri untuk tidak terlibat dalam gosip
- Apabila menjadi korban gosip
Doa ini langsung diajarkan Allah kepada semua manusia. Jadi jangan diragukan lagi keampuhannya dalam melindungi diri dari sasaran, dan menjaga diri dari hobi bergosip atau penyebar gosip.
Buktinya dapat kita peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Manusia yang menjauhi gosip akan hidup bahagia dan disukai banyak orang. Tidak akan pula dijadikan sasaran gosip karena kepribadiannya yang terpuji. Andaipun ada gosip yang menimpanya, publik pun tak percaya dengan kabar buruk itu karena kepribadiannya yang luhur.
Doa ini sangat penting diamalkan, karena di zaman ini gosip seperti menjadi gaya hidup kebanyakan orang dan siapa saja dapat menjadi penyebar gosip atau mudah dijadikan korban. Insya Allah, akan terhindar. Tatkala mendengar gosip yang menimpa mukmin lainnya, orang beriman menanggapi kabar itu dengan berprasangka baik dan berkata, “Ini adalah berita bohong yang nyata”.
Semoga lisan kita terjaga dari kebiasaan bergosip, menjadi penyebarnya dan menyingkap aib orang lain, karena sungguh siksaan Allah menanti orang-orang yang hobi menggosip dan menyebarkannya. Siksaan yang amat pedih di dunia maupun di akhirat kelak.
