Bernas.id – Setelah mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia dalam forum World Government Summit yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) awak media tak luput memberitakan tentang wanita yang memiliki nama lengkap Sri Mulyani Indrawati. Wanita yang akrab dipanggil Sri Mulyani ini digadang-gadang menjadi sosok Kartini zaman now. Dengan segudang prestasi dan konribusi bagi bangsa Indonesia, Sri Mulyani memang pantas untuk mendapatkan gelar Menteri Terbaik di Dunia.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani menduduki posisi, berikut:
- Direktur Pelaksana Bank Dunia dengan Presiden Robert B. Zoellick pada masa jabatan 1 Juni 2010 ? 27 Juli 2016.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 13 Juni 2008 ? 20 Oktober 2009
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia ke-8 masih dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masa jabatan 21 Oktober 2004 ? 7 Desember 2005.
Pengalaman kerja Sri Mulyani terhitung amat banyak, ini yang menjadikannya mampu memahami kondisi keuangan negara dengan baik. Ditambah lagi, Sri Mulyani menyelesaikan gelar Ph.D. (setara dengan doktor) di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A.
Jika seorang pria sukses pasti ada wanita di belakangnya yang berperan aktif. Lalu, bagaimana dengan wanita yang sukses seperti Ibu Sri? Pria yang ada di balik kesuksesannya saat ini adalah Tonny Sumartono yang sah menjadi suami Sri Mulyani pada tahun 1970. Tonny memposisikan diri sebagai fasilisator keluarga, memenuhi kebutuhan sang istri dan ketiga anaknya yang pada waktu itu sempat tinggal beda benua.
Media sosial sudah banyak mengutip pesan dan suara Sri Mulyani. Salah satunya yaitu:
?Bagi saya definisi keberhasilan dan kemenangan itu ada tiga; Selama saya tidak mengkhianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari hati nurani, dan selama saya bisa melindungi harga diri dan martabat saya.?
Untuk menjadi Kartini di zaman now, sudah tergambar jelas dari kutipan tersebut. Dengan kata lain, kaum wanita sudah seharusnya:
1. Jujur
Seorang wanita harus jujur atau mampu mengatakan yang sebenarnya dan tidak berkata sebaliknya (mengkhianati) terkait soal apapun itu.
2. Peka
Sensitif membuka mata dan telinga dengan apa yang dikatakan oleh hati nurani, karena hati nuranilah yang sebenarnya mengerti apa yang harus dilakukan dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
3. Menjaga harga diri
Meskipun hakikatnya wanita itu lemah, namun jangan pernah mau untuk dilemahkan, selama darah masih mengalir dan napas masih dapat dihirup dengan free, maka harus melindungi apa yang Tuhan ciptakan di dalam tubuh.
4. Filter Berita
Di media sosial kini sulit untuk mencegah mana yang layak atau tidak menjadi konsumsi publik, tapi setidaknya diri sendiri mampu mem-filter dengan kemampuan diri yang sesuai dengan kedewasaan masing-masing pribadi.
Nah itulah sosok Kartini zaman now yang digambarkan oleh Sri Mulyani dan beberapa tips agar mampu menjadi Kartini zaman now. Tak harus menjadi seorang Menteri untuk mengubah dunia, hanya perlu menasihati diri dan terus berkontribusi yang terbaik untuk kemajuan diri sendiri. Terlebih lagi mampu memajukan negeri. Selamat berproses!
