Bernas.id ? Sebagai salah satu negara terbesar di Asia, bukan hal yang aneh jika wilayah India dilintasi oleh sungai-sungai besar. Sungai Gangga menjadi salah satunya. Saking besarnya sungai ini, hewan macam lumba-lumba pun bisa ditemukan hidup di dalamnya.
Sungai Gangga juga diagungkan oleh masyarakat India, karena mereka percaya jika sungai ini memiliki air yang suci dan bisa membantu membersihkan dosa-dosa mereka. Namun sayangnya kepercayaan tersebut tidak lantas membuat sungai ini memiliki nasib yang baik. Pasalnya sekarang Sungai Gangga memiliki air yang begitu tercemar.
Selain akibat masuknya air kotor dari got dan pabrik, sungai ini juga dipenuhi oleh mayat-mayat yang sengaja dihanyutkan oleh warga yang tidak memiliki biaya untuk mengkremasi mayat sanak keluarganya. Padahal sungai ini masih digunakan untuk mandi dan sumber air minum.
Solusi unik pun diambil oleh pemerintah India pada awal tahun 90-an untuk membantu memperbaiki kualitas air Sungai Gangga. Solusi tersebut adalah melepas 25 ribu ekor kura-kura punggung lunak Trionyx gangeticus ke sungai. Atlas Obscura mengabarkan kalau pemerintah India sampai menghabiskan biaya senilai 32 juta dollar (426 milyar rupiah) untuk membiakkan kura-kura ini sebelum melepasnya ke sungai.
Kura-kura itu sendiri bukanlah kura-kura yang asing bagi warga Gangga. Mereka kerap terlihat mencari makan di tempat-tempat yang baru saja digunakan untuk membakar mayat. Dilepaskannya kura-kura ini dalam jumlah besar diharapkan bisa membantu mengurangi jumlah mayat di Sungai Gangga.
Rencana ini sayangnya tidak berjalan mulus di lapangan. Pasalnya proyek ini banyak diwarnai oleh korupsi dan kesalahan pengelolaan. Kura-kura yang baru saja dilepas ke Sungai Gangga juga tidak mendapatkan pengawasan, sehingga banyak dari mereka yang kemudian malah menjadi korban perburuan liar. Dampaknya, masalah tercemarnya Sungai Gangga masih tetap tidak teratasi hingga sekarang.
