Bernas.id ? Bukan Rodrigo Duterte namanya kalau tidak hobi membuat pernyataan nyeleneh. Kali ini presiden Filipina tersebut berkomentar kalau anggota pemberontak komunis wanita Filipina harus ditembak di bagian kemaluannya. Berdasarkan transkrip pidato pemerintah, pernyataan tadi dibuat oleh Duterte dalam pidato pada tanggal 7 Februari silam.
?Katakan kepada para tentara, ada perintah baru dari walikota. Kami tidak akan membunuh kalian. Kami hanya akan menembak kalian di bagian vagina,? kata Duterte saat memberikan pidatonya dalam bahasa lokal Visaya. Ia juga mengkritik tindakan anggota pemberontak wanita yang lebih memilih untuk mengangkat senjata dibandingkan mengurus anak-anaknya.
Komentar kontroversial Duterte tersebut tak pelak langsung menuai kecaman dari banyak pihak. Emmi de Jesus adalah salah satu orang yang menanggapi komentar Duterte tersebut dengan tajam.
Menurut anggota parlemen asal Partai Wanita Gabriel tersebut, pernyataan Duterte adalah ?hal yang menjijikan? dan berdampak pada kultur ?bebas hukum? di Filipina. Ia juga memperingatkan kalau komentar Duterte tersebut seolah memberikan keleluasaan pada kaum militer untuk melakukan pelanggaran HAM.
Kecaman juga datang dari organisasi Human Rights Watch cabang Filipina. ?Pernyataan Duterte hanyalah yang terbaru dari serentetan pernyataan yang bersifat diskriminatif, menghina, danĀ merendahkan kepada kaum wanita yang pernah ia buat,? kata organisasi tersebut seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.
Harry Roque selaku juru bicara Duterte memberikan pembelaan terkait pernyataan yang dibuat oleh atasannya. ?Kadang-kadnag kaum feminis terlalu bersikap berlebihan. Maksud saya, (komentarnya) sungguh lucu. Ayolah. Tertawalah,? kata Roque.
Selain menghadapi kelompok militan berbasis agama di Filipina selatan, Filipina juga diguncang oleh pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok komunis Tentara Rakyat Baru. Kelompok ini sudah aktif memberontak sejak tahun 1968, dan bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 30 ribu orang.
