Bernas.id ? Pendapatan tak dipungkiri menjadi alah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran suatu masyarakat terkait kegiatan ekonomi. Pendapatan masyarakat atau negara akan mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan (full employment).
Dampak adanya pengangguran akan mengurangi pendapatan masyarakat sehingga berakibat tingkat kemakmuran negara. Tingginya angka pengangguran juga dapat menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial, masalah konsumsi, kesehatan, serta prospek pembangunan di masa yang akan datang.
Kepada Bernas.id, peneliti ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Bhima Yudhistira menejalskan berdasarkan data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Republik Indonesia di tahun 2017 penyerapan tenaga kerja tercatat 1,17 juta orang. Angka ini turun sekitar 216 ribu orang atau -15,5% dibanding penyerapan tenaga kerja tahun 2016 yang jumlahnya 1,39 juta orang.
Dikatakan Bhima, realisasi investasi yang tumbuh 13,1% sepanjang 2017 lebih banyak masuk ke sektor padat modal dibandingkan padat karya. Hal ini bisa terlihat dari porsi investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) ke sektor jasa yang naik signifikan dari 37,8% di 2016 menjadi 45,6% di 2017.
Sementara investasi PMA (Penanaman Modal Asing) di sektor jasa, lanjut Bhima, porsinya bahkan meloncat dari 26,8% ke 40,3% dari total investasi. Porsi investasi di sektor industri pengolahan atau manufaktur baik PMA maupun PMDN terus merosot dari 54,8% ke 39,7%.
Menurut Bhima, kalau investor yang masuk lebih tertarik ke sektor jasa daripada ke industri manufaktur maka penyerapan tenaga kerjanya pasti turun. Ini sinyal bagi Pemerintah bahwa insentif bagi investor yang masuk ke sektor industri atau padat karya tidak berjalan efektif.
Lanjut Bhima, begitu juga dengan sektor konstruksi yang sedang dikembangkan melalui proyek infrastruktur belum ampuh menyerap tenaga kerja. Keadaan darurat tenaga kerja ini kalau dibiarkan maka daya beli masyarakat bisa turun, ujungnya pertumbuhan ekonomi bisa stagnan di 5%.
