Bernas.id – Meski Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap diberitakan tampak saling menyindir terkait kebijakan pemerintah, nyatanya SBY menitipkan salam kepada Jokowi ketika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Istana Merdeka.
Salam SBY ini disampaikan Komandan Satgas Bersama Pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019, Partai Demokrat, AHY ketika bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/3/2018). Hal ini tentunya menimbulkan suasana yang baik di masyarakat.
Di sisi lain, ada juga publik yang mengandaikan jika AHY menjadi Calon Wakil presiden (cawapres) dengan Presiden Jokowi di pemilu 2019. Diduga juga pertemuan AHY dengan Mantan Walikota Solo ini untuk membahas persoalan politik.
Namun, AHY menegaskan tujuan utama pertemuan itu, yaitu mengundang Jokowi menghadiri rapat pimpinan nasional Partai Demokrat, yang salah satu agenda untuk persiapan menghadapi pilkada dan pemilu, termasuk apakah AHY akan maju di Pilpres 2019.
“Saya tidak bisa mematahkan spekulasi publik apalagi kalau sudah masuk ke ranah politik,” kata AHY di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Rabu, 7 Maret 2018.
Berikut ini, hasil 4 polling dari 4 lembaga survei jika AHY menjadi Cawapres Jokowi:
Dalam Survei IndoBarometer, dari tanggal 23-30 Januari 2018, menunjukkan Jokowi-AHY ternyata mendapat elektabilitas 38,6 persen. Unggul dari Jokowi-Gatot Nurmantyo 38,4 persen, Jokowi-Ridwan Kamil 37,5 persen dan Jokowi-Tito Karnavian 37 persen. (keterangan: survei dilakukan pada 1200 responden di 34 provinsi dengan margin of error: 2,83 persen)
Dari Poltracking Indonesia, dari tanggal 7 Januari sampai 3 Februari 2018, menunjukkan Jokowi-AHY mendapat elektabiitas sebesar 43 persen. Unggul dari Prabowo Subianto-Anies Baswedan 30,9 persen. (keterangan: survei ini dengan metode stratified multistage random sampling, dilakukan pada 1200 responden di 34 Provinsi. (Keterangan, margin of Error 2,83 persen)
Dari PolMark, dari tanggal 13-25 November 2017, Jokowi-AHY menunjukkan elektabilitas sebesar 6,8 persen. Unggul dari Jokowi-Sri Mulyani 3,2 persen, Jokowi-Muhaimin Iskandar 2,1 persen, atau Jokowi-Zulkifli Hasan 1 persen. (Keterangan, survei ini dengan metode multistage random sampling pada 2600 responden, margin of error 1,9 persen)
Dari Populi Center, dari tanggal 7 hingga 16 Februari 2018, Jokowi-AHY menunjukkan elektabilitas sebesar 50,8 persen. Unggul dari Prabowo-Anies Baswedan sebesar 27,8 persen. (keterangan, survei dengan multistage random sampling dilakukan pada 1200 responden, margin of error 2,89 persen).
