Bernas.id – Olahraga bagi penyandang disabilitas telah ada lebih dari 100 tahun yang lalu. Klub olahraga pertama bagi para penyandang tunarungu misalnya didirikan di Berlin pada 1888.
Sebagaimana diringkas dari paralympic.org, kepopuleran klub bagi penyandang disabilitas meningkat justru setelah Perang Dunia II. Alasannya, klub-klub itu banyak menampung para veteran dan warga sipil yang kehilangan anggota tubuh atau kemampuan inderanya akibat perang.
Pada 1944 atas permintaan pemerintah Inggris, Dr. Ludwig Guttmann membuka sebuah pusat cedera tulang belakang di Rumah Sakit Stoke Mendeville. Olahraga merupakan agenda rutin yang dilakukan di rumah sakit itu sebagai rehabilitasi bagi para penderita cedera tulang belakang. Lama kelamaan olahraga rehabilitasi itu berkembang dan mulai dipertandingkan.
Kompetisi olahraga pertama bagi para penyandang disabilitas bernama Stoke Mandeville Games digelar sebagai bagian Olimpiade London pada 1948. Pada olimpiade itu, Dr Guttman mengorganisasi 16 mantan veteran untuk berkompetisi dalam cabang olahraga panahan.Tiga tahun kemudian, para mantan veteran asal Belanda memutuskan bergabung dalam kompetisi. International Stoke Mandavile Games yang memiliki cakupan lebih luas pun didirikan. Kompetisi inilah yang menjadi tonggak Paralympic Games.
Adapun nama Paralympic merupakan gabungan dua kata Bahasa Yunani dari bahasa Yunani, yaitu 'para' yang berarti 'di samping' dan 'olympic' yang berarti 'olimpiade'. Hal itu menggambarkan Paralympic sebagai kompetisi yang digelar secara paralel dengan Olimpiade. Keduanya diharapkan sama-sama eksis dan saling melengkapi.
Paralympic Games pertama digelar di Roma, Italia, pada 1960. Kompetisi itu diikuti oleh 400 atlet dari 23 negara. Sejak saat itu, Paralympic Games diadakan rutin setiap empat tahun sekali. Pada 1976, Paralympic Games musim dingin diadakan pertama kali di Swedia. Sama seperti Paralympic Games musim panas, ajang itu juga digelar setiap empat tahun sekali lengkap dengan upacara pembukaan dan penutupan yang meriah.
Sejak Paralympic Games musim panas di Korea pada 1988 dan Paralympic Games musim dingin di Prancis pada 1992, disepakati bahwa Paralympic akan digelar di kota dan venue yang sama dengan Olimpiade atas kesepakatan International Paralympic Commitee (IPC) dan International Olympic Commitee (IOC).