Bernas.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut keinginannya agar setiap pondok pesantren (ponpes) di Indonesia memiliki bank wakaf mikro. Harapannya, lembaga itu memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat di lingkungan ponpes dan sekitarnya, Rabu (14/3).
“Nanti bank wakaf mikro ada di semua pondok pesantren,” ucap Presiden Jokowi ketika meresmikan Bank Wakaf Mikro An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi sempat berdialog dengan pengurus dan nasabah Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren An Nawawi Tenara. “Saya tanya ke ibu-ibu, dapat satu juta rupiah, nyicilnya setiap minggu Rp26.000, biaya administarasi hanya tiga persen per bulan,” ungkapnya.
Dikatakan Jokowi, jika meminjam ke rentenir bunganya mencapai 40-60 persen. “Ini yang harus dicegah, ponpes harus beri manfaat ekonomi kepada umat di lingkungan ponpes,” tukasnya.
Presiden menyebut bank wakaf mikro di Ponpes An Nawawi Serang merupakan bank wakaf mikro ketiga yang ia resmikan.
“Beberapa waktu lalu sudah diresmikan bank serupa di Jawa Timur, dan Minggu lalu bank di ponpes di Cirebon,” ucapnya.
Selain akan gencar mendirikan bank wakaf mikro, menurut Presiden, pemerintah juga akam terus melakukan redistribusi aset berupa lahan.
“Pemerintah juga melakukan redistribusi aset baik kepada ormas, ponpes atau individu yang siap mengelola aset yang kita berikan. Di Muara Gembong ada 11.000 hektar, yang diserahkan baru 80 hektare,” tuturnya.
Ia mengatakan telah mengecek pemanfaatan 80 hektare lahan yang sudah diserahkan kepada perorangan atau organisasi sehingga produktif.
