Bernas.id ? Dalam perjalanan sejarah Indonesia, mahasiswa memiliki peranan penting dalam membangun negara dan bangsa. Mahasiswa menjadi tokoh-tokoh intelektual yang ikut menentukan arah bangsa. Untuk itu, rasa nasionalisme dalam diri mahasiswa penting untuk diperkuat.
Dalam pidatonya di kegiatan Puncak Milad ke-54 Ikatan Mahaiswa Muhammadiyah (IMM) di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (14/3), Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjelaskan makna nasionalisme pada zaman ini berbeda dengan nasionalisme pada masa perjuangan kemerdekaan.
“Nasionalisme saat ini, adalah figur yang mengenal baik jati dirinya sendiri, kampung halaman dan budayanya, serta mencintai negaranya,” kata Zulkifli Hasan.
Dipaparkan Zulkifli, untuk memiliki jiwa nasionalisme, mahasiwa harus memenuhi beberapa kriteria. Pertama, mengenal latar belakang daerah dan budayanya dengan baik, harus mengenal dengan baik kampung halamannya, lingkungan sekitarnya, budaya dan kearifan lokalnya.
Kedua, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga suatu bangsa dapat memiliki daya saing tinggi dan berkompetisi dengan bangsa-bangsa lainnya. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat mengelola bangsanya dengan baik.
Ketiga, memahami nilai-nilai luhur bangsa. Indonesia memiliki landasan ideologi Pancasila, yang dalam setiap silanya memiliki nilai-nilai luhur bangsa. Dengan memahami nilai-nilai luhur bangsa, maka menjadikan bangsa Indonesia, rukun, damai, dan adil.
Dikatakan Zulkifli, saat ini masih terjadi saling cemooh dan masih banyak beredar berita hoaks. Zulkifli mengingatkan mahasiwa Muhammadiah serta pemuda lainnya di seluruh Indonesia, untuk memiliki jiwa nasionalisme yang aktual.
