YOGYA, BERNAS.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta akan menerjunkan sekitar 3.700 personel perlindungan masyarakat guna mendukung pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019. Ini dilakukan sejak dari tempat pemungutan suara, kelurahan hingga kecamatan.
“Di tiap lini tersebut, kami tempatkan personel linmas (perlindungan masyarakat) dengan jumlah yang berbeda-beda untuk mendukung pengamanan pelaksanaan Pemilu,” kata Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Yogyakarta Christiana Suhantini usai apel siaga linmas untuk pengamanan Pemilu 2019, Kamis ?(11/4/2019).
Satpol PP Kota Yogyakarta akan menempatkan dua personel linmas di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Di Kota Yogyakarta terdapat 1.373 TPS, ditambah 10 perseonel di tiap kelurahan dan 31 personel di tiap kecamatan.
Christiana menyebut, seluruh personel linmas yang akan dilibatkan dalam pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019 sudah mengikuti kegiatan pembinaan dan seluruh personel ditekankan untuk tetap menjaga netralitas serta profesionalitas selama menjalankan tugas.
“Seluruh personel linmas pun sudah menyatakan komitmen mereka untuk bersikap netral. Jika tidak, maka mereka akan dikenai sanksi,” sbungnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam apel siaga mengatakan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kondisi Kota Yogyakarta agar senantiasa kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2019.
“Apel siaga ini merupakan simbol dari kesungguhan limnas dalam menjalankan tanggung jawab mengamankan pelaksanaan pemilu. Namun, seluruh lapisan masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar tidak terjadi perpecahan dan mewujudkan Yogyakarta sebagai barometer pemilu yang damai dan berintegritas,” ujarnya.
Sedangkan mengenai penempatan DIY di nomor dua nasional dalam tingkat kerawanan Pemilu 2019, Heroe menyebut bahwa seluruh potensi kerawanan akan diantisipasi, mulai dari pelaksanaan kampanye hingga berbagai kerawanan pada hari “H” pemungutan suara.
“Khusus untuk mengantisipasi kerawanan saat kampanye, saya kira pihak-pihak berwenang sudah mengantisipasi dengan baik, misalnya, memisahkan jadwal kampanye, dan menertibkan peserta kampanye yang melanggar aturan lalu lintas,” katanya.
Sedangkan potensi kerawanan pada hari “H” pemungutan suara, lanjut Heroe, bisa terjadi untuk pemilih tambahan atau pemilih yang belum masuk dalam daftar pemilih tetap.
“Antisipasinya adalah memberikan sosialisasi yang seluas-luasnya ke masyarakat agar pemilih memahami mekanismenya,” ungkapnya.
Walau demikian, Heroe optimistis, pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta berjalan lancar sesuai dengan kondisi pada pelaksanaan beberapa pemilu sebelumnya.
“Yogyakarta tidak memiliki rekam jejak buruk untuk kerawanan pada hari H pemungutan suara,” tandasnya. (den)
