SLEMAN, BERNAS.ID- Penebangan pohon di sisi Jalan Gejayan atau Affandi Mrican Sleman menuai kritik netizen di lini media massa Twitter. Para netizen yang mengaku sering melewati Jalan Gejayan merasa kecewa dengan penebangan pohon yang berdalih pemangkasan rutin apalagi sejumlah pohon terserang penyakit.
Akun Twitter Elanto Wijoyono yang beralamat di @joeyakarta mengkritik dengan cuitan: “Belum tuntas proses penegakan hukum dilakukan utk tanggulangi #reklame liar, pohon2 di Jl Affandi/Gejayan yg jd lokasi reklame sdh keburu ditebang.” Cuitan tersebut diunggah pada hari Jumat 2 Agustus 2019 kemarin pukul 9.49 WIB.
Lalu, akun Twitter Pemkab Sleman di @kabarsleman pun membalas cuitan tersebut dengan memberikan penjelasannya sekira pukul 3 pagi (3/8) bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang melakukan pemangkasan rutin terhadap pohon-pohon besar. Selain itu, Pemkab Sleman berdalih pemotongan pohon itu karena beberapa pohon di Jl Affandi/Gejayan terserang penyakit yang penularannya cepat terhadap pohon sejenis dan berdekatan.
Cuitan penjelasan lain dari Pemkab Sleman @kabarsleman, yaitu “Gejalanya pohon menguning, mengeluarkan bubuk, kering, dan mati, sehingga membahayakan pengguna jalan. Untuk itu DLH #Sleman melakukan pemangkasan dan nantinya akan melakukan penanaman kembali.”
Namun, cuitan Elanto sebaliknya justru menyarankan tentang pentingnya info yang utuh ke publik sebelum kebijakan dieksekusi di lapangan, mencakup alasan penebangan dan rencana pohon pengganti. Elanto yang masih belum puas dengan jawaban Pemkab Sleman mengetweet, “Namun, apakah ada upaya lbh lanjut dr Pemkab Sleman ttg upaya pencegahan penyakit pohon tsb dlm kegiatan2 pemeliharaan rutin? Agar tdk ada lbh byk pohon yg terserang & terpaksa ditebang. Tentu kita semua berharap pohon bs dicegah dr penyakit jk mmg tak bs diobati & lalu ditebang.”
Namun sampai artikel ini diunggah sekira pukul 1 siang (3/8), belum ada tanggapan dari Pemkab Sleman melalui @kabarsleman.
Berikut ini, cuitan dari beberapa netizen yang mengkritisi penebangan pohon di Jalan Gejayan.
@AA_IbnuAhmad mencuit, “Panu di tangan, tangannya dipotong.”
@sadasanga mencuit, “Biar gak ada media promosi yang ditaruh di pohon maka pohonnya yang dihabisin #logikayanganubanget.”
@wedomartanos mencuit, “Coba liat di kota2 besar kayak surabaya, bandung dll. jalanan kota sejuk min.. jogja cm ada sedikit, boro2 di tambah kok ya malah di tebang #savepohon.”
@rindufirdaus mencuit, “Sebagai pejalan kaki lihat ginian tu rasanya kalau lagi jalan kaki atau naik sepeda di jogja yang panasnya begini, tiap lewat bagian jalan yang rimbun tu senengnya gimana gitu. Ini bukannya nambah pohon, malah.” (jat)
