YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Twitter meluncurkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya memiliki lebih banyak kontrol atas percakapan yang mereka mulai. Sebagaimana dirangkum dari laman resmi Twitter, Jumat (10/9), fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk membisukan kata kunci, akun, hingga pemberitahuan, sehingga setiap pengguna dapat menyesuaikan pengalaman mereka. Sebelumnya, pengguna hanya dapat mengelola pengalaman percakapan masing-masing dengan mematikan kata kunci tertentu sehingga mereka tidak lagi muncul dalam pemberitahuan, atau dengan memblokir pengguna tertentu sama sekali.
Dengan fitur tersebut, pengguna yang men-tweet komentar asli mesti memutuskan balasan mana yang tetap ada dan balasan mana yang disembunyikan dari penggina lain. Adapun fitur tersebut bisa digunakan dengan cara mengklik menu sebelah kanan tweet. Di sana, pengguna dapat menemukan pilihan ?sembunyikan balasan?. Setelah dipilih, balasan akan disembunyikan dari pengguna lain, meskipun mereka masih bisa melihatnya dengan mengklik ikon yang memunculkan semua tweet tersembunyi.
Twitter sebenarnya telah mengumumkan fitur tersebut pada Februari dan mulai mengujinya pada Juli. Dalam laman resminya, Twitter mengungkapkan bahwa fitur tersebut diuji di Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat. ?Orang-orang di lapangan menggunakan Twitter dengan banyak cara yang unik. Kami senang melihat bagaimana mereka dapat menggunakan fitur baru ini,? tulis Twitter dalam pengumuman resminya. “Kami melihat bahwa orang-orang lebih mungkin untuk mempertimbangkan kembali interaksi mereka ketika tweet mereka disembunyikan,” lanjut pengumuman tersebut.
Walau begitu, fitur baru Twitter tersebut dikhawatirkan akan mengganggu reputasinya sebagai media sosial yang memfasilitasi perdebatan publik. Pasalnya dengan menyembunyikan balasan, pengguna dapat menyembunyikan sudut pandang yang berlawanan pada debat yang mereka mulai. Namun, Twitter justru menganggap fitur tersebut dapat mendukung perdebatan yang sehat. ?Setiap hari, orang-orang memulai percakapan penting di Twitter, dari #MeToo dan #BlackLivesMatter, hingga diskusi seputar #NBAFinals atau acara televisi favorit mereka. Percakapan ini menyatukan orang untuk berdebat, belajar, dan tertawa. Balasan yang mengganggu, tidak relevan, dan ofensif dapat menggagalkan diskusi yang sehat,? tulis Twitter. (aji)
